Hukum Rebonding

Saturday, February 6th 2016. | Agama

Rubrik Masail diasuh oleh KH. Qohwanul Adib Munawwar

Memuat segala pertanyaan seputar masail diniyah (permasalahan keagamaan)

yang bisa dikirim lewat surat, e-mail, atau pun SMS ke 081 234 01 5001

images

Rebonding

 

Pertanyaan

Assalamualaikum. Bapak Kiai Qohwanul Adib yang dihormati, saya ingin bertanya tentang rebonding (meluruskan) rambut untuk tazyin supaya orang yang memandang merasa nyaman. Bagaimana pandangan fiqih menyikapi hal tersebut, apakah termasuk taghyirul kholqi atau tidak? Atas uraiannya saya haturkan terima kasih. Wassalamu’alaikum.

Imam Syadzily al Benawy (Benowo, Surabaya, 082332839297xxx)

Jawaban

Wa’alaikum salam Wr.Wb. Saudara Imam Syadzili yang juga kami hormati, me-rebonding rambut ada dua cara. Pertama, menggunakan krim yang dapat membuka ikatan protein rambut. Caranya, rambut dicatok dengan alat sehingga tampak lurus. Kedua, memakai krim yang berfungsi mempertahankan kelurusan rambut. Setelah itu, rambut dicatok. Kedua cara ini akan merusak rambut dan merubahnya dari wujud aslinya.

Proses rebonding dapat merubah bentuk rambut, akan tetapi dalam beberapa bulan rambut akan tumbuh sebagaimana aslinya. Kendati tidak bersifat permanen, rebonding termasuk dalam kategori taqhyirul khalqi yang diharamkan.

Ada dua jalan mengubah ciptaan Allah Swt. Yaitu mengubah sifat sesuatu seolah menjadi sesuatu yang lain (tahawwul ‘an syai’in hatta yakuna ka’annahu syai’un akhar) dan menghilangkan sesuatu itu sendiri (al-izalah). Rebonding dan mengkritik rambut dengan rol termasuk dalam kategori pertama. Akan tetapi, mengkritik rambut diperbolehkan bagi seorang istri yang mendapat izin dari suaminya.

Disebutkan dalam sebuah hadits, “Allah melaknat orang yang memasang tato dan yang ditato, yang mencabut alis dan yang meminta dicabut, serta yang merenggangkan giginya untuk kecantikan. Mereka telah mengubah ciptaan Allah.” {HR.bukhori}

Referensi: Raudlah Al-Tholibin[1]:102. Tuhfah al-muhtaj[4]:351. Bughyah mustarsyidin:283. Fathul Baari Libni Hajar[9]:377.

Comments

comments

tags: , ,

Related For Hukum Rebonding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *