Hukum Memakai Pacar Kuku dalam Pandangan ASWAJA

Wednesday, April 11th 2018. | Uncategorized

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb. Kyai Adib yang saya muliakan. Saya mau tanya hukumnya orang perempuan memakai pacar di tangan.

Jawaban:

Wa’alaikum salam Wr. Wb. Memang menjadi fitrah kaum hawa senang tampil menawan. Mereka adalah perhiasan dan identik dengan berhias. Tampil menarik menjadi hal yang membanggakan bagi mereka. Karena Melihat keinginan seorang wanita tampil indah, maka syariat memberi penjelasan tentang tata cara mereka berdandan. Terdapat beberapa batasan yang harus dihindari seorang wanita dalam berhias. Bukan untuk mengekang mereka, melainkan untuk menjaga kehormatannya.

Di antara hal yang dilakukan wanita dalam mempercantik diri adalah dengan memakai pacar kuku. Sebenarnya hukum dari memacar kuku (tathrif) hampir sama dengan memacar kulit tangan atau kaki (ikhtidlab), yakni haram bagi wanita yang belum menikah dan wanita yang tidak mendapat izin dari suaminya. Namun Imam Ibnu Rif’ah mengatakan bahwa yang diharamkan adalah ikhtidlab dengan warna hitam. Sedangkan selainnya hukumnya jawaz (boleh). Sedangkan memakai pacar kuku warna hitam boleh bagi istri yang mendapat izin suami atau seorang budak yang mendapat izin majikannya.

Referensi : i’anah Al Thalibin [2]:387. Tuhfah Al Muhajirin[14]:484. Asna Al mathalib[1]::17. Al majmu’

ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ ﺝ 2 ﺹ 387

ﻭﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻟﻜﺮﺩﻱ: ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﻳﺤﺮﻡ ﺍﻟﺤﻨﺎﺀ ﻟﻠﺮﺟﻞ . ﺧﺮﺝ ﺑﻪ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ، ﻓﻔﻴﻬﺎ ﺗﻔﺼﻴﻞ، ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻥ ﻻﺣﺮﺍﻡ ﺍﺳﺘﺤﺐ ﻟﻬﺎ ﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﺰﻭﺟﺔ . ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﻣﺰﻭﺟﺔ، ﺷﺎﺑﺔ ﺃﻭ ﻋﺠﻮﺯﺍ ﻭﺇﺫﺍ ﺍﺧﺘﻀﺒﺖ ﻋﻤﺖ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﺑﺎﻟﺨﻀﺎﺏ . ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻤﺤﺪﺓ: ﻓﻴﺤﺮﻡ ﻋﻠﻴﻬﺎ، ﻭﺍﻟﺨﻨﺜﻰ ﻛﺎﻟﺮﺟﻞ . ﻭﻳﺴﻦ ﻟﻐﻴﺮ ﺍﻟﻤﺤﺮﻣﺔ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﺣﻠﻴﻠﺔ ﻭﺇﻻ ﻛﺮﻩ . ﻭﻻ ﻳﺴﻦ ﻟﻬﺎ ﻧﻘﺶ ﻭﺗﺴﻮﻳﺪ ﻭﺗﻄﺮﻳﻒ ﻭﺗﺤﻤﻴﺮ ﻭﺟﻨﺔ، ﺑﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﻋﻠﻰ ﺧﻠﻴﺔ ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺄﺫﻥ ﻟﻬﺎ ﺣﻠﻴﻠﻬﺎ .

ﺗﺤﻔﺔ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﺝ 14 ﺹ 484

( ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﺗﻄﺮﻳﻒ ‏) ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺮﻓﻌﺔ ﻭﺍﻟْﻤﺮﺍﺩ ﺑﺎﻟﺘﻄﺮﻳﻒ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﺗﻄﺮﻳﻒ ﺍﻟﺄَﺻﺎﺑﻊ ﺑﺎﻟﺤﻨﺎﺀ ﻣﻊ ﺍﻟﺴﻮﺍﺩ ﺃﻣﺎ ﺑﺎﻟﺤﻨﺎﺀ ﻭﺣﺪﻩ ﻓﻠﺎ ﺷﻚ ﻓﻲ ﺟﻮﺍﺯﻩ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻌﺒﺎﺏ ﻭﻛﺬﺍ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻘﺶ ﺳﻢ

ﺃﺳﻨﻰ ﺍﻟﻤﻄﺎﻟﺐ ﺝ 1 ﺹ 17

ﻭﻳﺤﺮﻡ ﺗﺠﻌﻴﺪﻩ ﺃﻱ ﺍﻟﺸﻌﺮ ﻭﻭﺷﺮ ﺍﻟﺄﺳﻨﺎﻥ ﺃﻱ ﺗﺤﺪﻳﺪﻫﺎ ﻭﺗﺮﻗﻴﻘﻬﺎ ﻟﻠﺘﻐﺮﻳﺮ ﻭﻟﻠﺘﻌﺮﺽ ﻟﻠﺘﻬﻤﺔ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﻭﻟﻠﺨﺒﺮ ﺍﻟﺴﺎﺑﻖ ﻓﻲ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﻭﺍﻟﺨﻀﺎﺏ ﺑﺎﻟﺴﻮﺍﺩ ﻟﺨﺒﺮ ﻳﻜﻮﻥ ﻗﻮﻡ ﻳﺨﻀﺒﻮﻥ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﺑﺎﻟﺴﻮﺍﺩ ﻛﺤﻮﺍﺻﻞ ﺍﻟﺤﻤﺎﻡ ﻟﺎ ﻳﺮﻳﺤﻮﻥ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻭﺗﺤﻤﻴﺮ ﺍﻟﻮﺟﻨﺔ ﺑﺎﻟﺤﻨﺎﺀ ﺃﻭ ﻧﺤﻮﻩ ﻭﺗﻄﺮﻳﻒ ﺍﻟﺄﺻﺎﺑﻊ ﺑﻪ ﻣﻊ ﺍﻟﺴﻮﺍﺩ ﻟﻠﺘﻌﺮﺽ ﻟﻠﺘﻬﻤﺔ ﺇﻟﺎ ﺑﺈﺫﻥ ﺯﻭﺝ ﺃﻭ ﺳﻴِﺪ ﻟﻬﺎ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﻣﺎ ﺫﻛﺮ ﺑﻌﺪ ﻗﻮﻟﻪ ﺣﺮﺍﻡ ﻓﻴﺠﻮﺯ ﻟﻬﺎ ﺫﻟﻚ ﻟﺄَﻥ ﻟﻪ ﻏﺮﺿﺎ ﻓﻲ ﺗﺰﻳﻨﻬﺎ ﻟﻪ ﻭﻗﺪ ﺃﺫﻥ ﻟﻬﺎ ﻓﻴﻪ ﻭﺧﺎﻟَﻒ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺤﻘﻴﻖ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﺻﻞ ﻭﺍﻟﻮﺷﺮ ﻓﺄﻟﺤﻘﻬﻤﺎ ﺑﺎﻟﻮﺷﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﻊ ﻣﻄﻠَﻘﺎ

 

 

Comments

comments

tags: , , , , , , ,

Related For Hukum Memakai Pacar Kuku dalam Pandangan ASWAJA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *