Harga Diri dan Rasa Malu  

Monday, February 16th 2015. | Dawai

malu

Semua orang akan merasa berkewajiban untuk mempertahankan harga diri dan rasa malu. Dengan maksud untuk mempertahankan harga diri dan rasa malu itu, biasanya siapapun akan sanggup melakukan apa saja. Bahkan sebenarnya, orang bersemangat mencari harta sebanyak-banyaknya, pangkat setinggi-tingginya, relasi sebanyak-banyaknya, dan lain-lain, adalah dimaksudkan untuk menjaga harga diri. Bermodalkan kekayaan, pangkat, dan relasi, dan lain-lainnya itu, seseorang akan merasa bahwa harga diri atau harkat dan martabatnya semakin tinggi, dan tidak malu di hadapan orang.

Harga diri akan dirasakan jatuh manakala ada sesuatu yang mengganggu, misalnya ketahuan berbuat salah, kalah bersaing dengan orang lain, dianggap rendah, dan semacamnya. Orang yang mengalami keadaan seperti itu akan merasa, bahwa harga dirinya jatuh dan menanggung rasa malu. Oleh karena itu, setiap orang selalu berjuang, agar kalaupun berbuat salah, tidak ketahuan orang, atau tidak pernah kalah dalam bersaing dan juga selalu dihargai orang. Orang yang tidak peduli terhadap harga dirinya atau tidak pernah merasa malu, biasanya dianggap tidak beres.

Islam sendiri juga mengingatkan tentang keharusan mempertahankan harga diri dan rasa malu. Harga diri harus dipertahankan. Orang tidak boleh segera menyerah kepada siapapun, kecuali kepada Allah. Dalam ajaran Islam, bahwa berbagai hal, yaitu: agama, jiwa, harta, keturunan, dan akal, harus selalu dijaga. Bahkan untuk mempertahankan harga diri atau jiwa, termasuk rasa malu, disebut sebagai bagian dari iman. Dikatakan dalam hadis nabi bahwa, malu adalah bagian dari iman.

Harga diri dan rasa malu, dalam kehidupan sehari-hari, menjadi sedemikian penting, sehingga dikatakan bahwa: “Manakala tidak punya rasa malu maka berbuatlah sekehendak hatimu”. Memang, harga diri dan malu menjadi kekuatan untuk menahan atau sebaliknya, mendorong seseorang melakukan sesuatu perbuatan tertentu. Seseorang akan melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu atas dasar pertimbangan rasa malu atau harga diri. Oleh karena itu, harga diri dan rasa malu selalu menjadi sangat penting untuk selalu dimiliki oleh siapapun.

Namun menjaga harga diri dan rasa malu ternyata bukan perkara mudah. Tidak semua orang mampu menjalaninya. Seseorang yang sudah tergila-gila dengan harta, jabatan, dan bahkan juga berbagai syahwat yang tidak bisa ditahan, maka berakibat harga diri dan rasa malu yang seharusnya dijaganya baik-baik menjadi hilang dengan sendirinya. Lihat saja, tatkala seseorang sedang mengejar harta, jabatan, dan bahkan wanita, maka seolah-olah harga diri dan rasa malu tidak diperlukan. Apapun dilakukan demi memenuhi syahwat atau nafsunya itu. Anehnya, nafsu atau syahwat itu bisa merasuki siapapun, tanpa pandang bulu. Oleh karen itu, dalam kehidupan sehari-hari, bisa saja seorang pejabat tinggi atau rakyat biasa, orang tua, setengah tua, muda, dan atau siapapun, suatu saat mengalami hal yang sama.

Islam sebagaimana dikemukakan di muka, mengajarkan kepada umatnya agar di dalam menjalani hidup ini meraih derajat atau martabat yang tinggi. Konsep-konsep tentang orang yang berderajat tinggi diajarkan dalam Islam, misalnya muttaqin, mukminin, ulul albab, dan seterusnya. Orang-orang yang meraih gelar terhormat tersebut adalah biasanya lantaran sukses di dalam menjaga harga diri dan rasa malu.

Sebaliknya, seseorang yang sudah tidak memiliki harga diri dan rasa malu, sebetulnya sudah kehilangan segala-galanya. Tanpa memiliki harga diri dan rasa malu, maka seseorang akan dengan enaknya melakukan sesuatu, apakah sesuatu itu pantas atau tidak pantas, baik atau tidak baik, lazim atau tidak lazim. Celakanya, terkait dengan ukuran itu, tidak setiap orang mampu memahami. Namun, bagi orang yang memiliki hati yang jernih, lembut, dan bersih, -sekalipun hal itu sulit-biasanya masih bisa mengenali. Semogalah kita semua, masih mampu menjaga harga diri dan rasa malu, agar tetap dihargai orang dan bermartabat. Wallahu a’lam.

 

Prof. Dr. H. Imam Suprayogo

Guru Besar UIN Maliki Malang

Comments

comments

tags: , , , , ,

Related For Harga Diri dan Rasa Malu  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *