Haji, Kewajiban Sekali Seumur Hidup

Monday, September 14th 2015. | Qur'an

makkah 2015

 

……. وَلِلهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ  [آل عمران/97]

…..Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

 

Ta’wil Ayat

قوله وَلِلهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ. Ayat ini menunjukkan kewajiban haji atas setiap orang muslim sebagaimana kesepakatan jumhurul ulama. Banyak hadits yang menjelaskan bahwa haji adalah salah satu rukun Islam dan secara pasti kewajiban mengerjakannya menurut kesepakatan dalam hadits dan ijma’ bahwa setiap orang muslim yang mukallaf berkewajiban melaksanakan ibadah haji sekali dalam seumur hidupnya. Imam Ahmad meriwayatkan bersumber dari Abu Hurairah, Ia berkata : Rasulullah Saw berkhutbah lalu beliau bersabda : Wahai para manusia, sesungguhnya telah difardhukan bagi kalian ibadah haji, maka berhajilah kalian semua. Lalu seorang laki-laki bertanya : Apakah dalam setiap tahun, wahai Rasulullah?. Beliau pun diam sampai orang itu bertanya tiga kali, lalu Rasulullah Saw menjawab : Andaikan aku mengatakan ia, niscaya haji akan diwajibkan dalam setiap tahun dan kalian tidak akan mampu melakukannya. Kemudian beliau bersabda : Tinggalkanlah apa yang telah aku tingkalkan untukkalian, sesungguhnya kerusakan umat sebelum kalian adalah terlalu banya bertanya dan berselisih dengan para nabinya. Ketika aku perintahkan sesuatu, maka kerjakanlah sesuai dengan yang kalian mampu kerjakan, dan bila aku melarang sesuatu, maka tinggalkanlan. Hadits yang sama juga diriwayatkan oleh Imam Muslim bersumber dari Zuhair bin Harb.

قوله مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا. Para ulama berselisih pendapat tentang arti ayat. Sebagian pendapat mengatakan bahwa yang dihendaki dengan kemampuan melakukan perjalanan adalah ada biaya dan kendaraan. Pendapat ini berdasarkan riwayat yang bersumber dari Umar bin Khottob dan Ibnu Abbas tentang penasfiran ayat beliau berkata : Yang dikehendaki adalah biaya dan kendaraan.

Pendapat yang kedua mengatakan yang dikehendaki adalah kemampuan untuk sampai ke Baitullah baik dengan jalan kaki atau naik tunggangan. Hal ini karena terkadang meskipun ada biaya dan tunggangan namun mereka tidak bisa sampai ke Baitullah sebab adanya musuh yang menghalangi atau karena hal lain. Oleh karena itulah Allah kemudian menjelaskan bahwa kewajiban haji adalah kalau memang mampu untuk sampai ke Baitullah tanpa adanya halangan antara dirinya dan Baitullah baik nanti ia bisa sampai ke Baitullah dengan jalan kaki atau naik tunggangan. Pendapat ini didasarkan pada riwayat yang bersumber dari Ibnu Zubair.

Pendapat ketiga bertendensi dari riwayat dari Ikrimah Maula Ibnu Abbas mengatakan yang dikehendaki dalam ayat adalah kesehatan. Sedangkan pendapat keempat bersumber dari Ibnu Zaid bahwa yang dikendaki adalah orang yang menemukan kekuatan dalam nafkah, badan dan kendaraan. Ibnu Zaid berkata bahwa orang yang badannya tidak mampu melakukan haji, maka dia tidak wajib haji meskipun ada biaya, sebagaimana juga ketika badannya sehat namun tidak memiliki biaya. At Thobari berkata : Menurutku pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat yang mengatakan haji sesuai dengan kadar kemampuan karena dalam kalam arab as Sabil  adalah jalan. Artinya orang yang menemukan jalan untuk melakukan haji dan tidak ada penghalang baginya seperti lumpuh, lemah, terhalang musuh, tidak ada air selama perjalanan, tidak ada biaya, tidak mampu berjalan, maka ia wajib melakukan haji. Kalau ia tidak menemukan jalan artinya ada penghalang sebagaimana diatas meskipun ia kuat dan mampu melakukan haji, maka ia termasuk orang yang tidak menemukan jalan untuk sampai ke Baitullah sehingga ia tidak wajib berhaji.

قوله وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ. Ibnu Abbas, Mujahid dan banyak ulama mengatakan bahwa orang yang tidak mengakui kewajiban haji, maka ia telah kafir. Said bin Manshur meriwayatkan bersumber dari Ikrimah ketika turun ayat وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا…  orang Yahudi berkata : Kami adalah orang muslim. Lalu Rasulullah berkata kepada mereka : Sesungguhnya Allah Saw mewajibkan kepada setiap orang muslim melakuan haji, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Mereka berkata : Hal itu tidak diwajibkan bagi kami. Mereka pun menolak mengerjakan haji, lalu Allah menurunkan ayat ini. (Tafsir Ibnu Katsir [2] : 81-84, Tafsir At Thobari [6] : 37-45)

 

Penetapan Kewajiban Haji

Ibadah haji adalah termasuk salah satu dari ibadah yang telah ditetapkan Allah dalam syareat agama terdahulu. Kewajiban pertama kali haji dalam Islam sendiri ditetapkan Allah Swt pada tahun ke 5 Hijriyah, namun Rasulullah Saw sendiri baru bisa menunaikan ibadah haji pada tahun 10 Hijriyah. Ketika Rasulullah Saw hendak menunaikan haji pada waktu itu sekitar 100.000 sahabat selain kaum muslimin di Makkah dan beberapa kabilah serta wilayah bersiap-siap berhaji bersama-sama dengan beliau.  Saat itu Rasulullah saw sendiri yang memimpin rombongan didampingi oleh para istri beliau. Beliau bersama rombongan keluar dari Madinah pada Hari Sabtu antara waktu Dzuhur dan Ashar dan sampai di Makkah pada Hari Ahad 4 Dzulhijjah. Perjalanan haji ini adalah haji yang pertama dalam Islam sekaligus haji terakhir Rasulullah Saw atau lebih dikenal sebagai Haji Wada’. Pada waktu itu Rasulullah saw menjelaskan tuntunan menunaikan ibadah haji serta kesunahannya kepada seluruh umatnya. Saat itu juga Rasulullah menyampaikan seluruh pesan yang perlu dijelaskan kepada umatnya dalam khutbahnya. Pelaksanaan haji ini adalah haji yang pertama sekaligus terakhir bagi Rasulullah Saw  dimana beliau juga menyampaikan kata perpisahan kepada umatnya. Wallahu A’lam (Atlas Tarikh li Sirotir Rasuli : 402).

Ahmad Farikhin

Comments

comments

tags: , , , , ,

Related For Haji, Kewajiban Sekali Seumur Hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *