Fotografer Profesional

Friday, June 8th 2018. | Refleksi

 

PETER Sanders lahir di London pada tahun 1946. Karier profesional fotografinya dimulai sejak pertengahan tahun 60-an dengan memotret musisi bintang, seperti Bob Dylan, Jimmi Hendrix, The Doors, The Who, The Rolling Stones, dan lainnya. Menjelang akhir tahun 1970, perhatiannya berpaling pada pencarian spiritual ke India, kemudian memasuki dunia Islam. Ia menemukan keindahan Islam yang tercermin dalam dirinya.

Setelah kembali ke Inggris, ia memeluk Islam dan mengubah namanya menjadi Abdul Adheem. Pada tahun 1971, ia diberi satu kesempatan emas untuk memotret pelaksanaan ibadah haji di Makkah. Hasil pemotretannya termuat dalam majalah Sunday Times, The Observer, dan berbagai jurnal lainnya.

Menurut Peter, keimanan dan fotografi telah menjadi bagian dari perkembangan spiritualnya. Ia berusaha untuk mencari esensi realitas yang membawanya menuju Islam. Dengan kamera di tangan, ia pergi ke pintu Ka’bah. Dari memotret berbagai sosok terkenal dalam industri musik, ia berpaling ke tempat-tempat sakral di dunia Islam. Perjalanan Peter Sanders mencakup lebih dari suatu perubahan fokus lensa kamera.

Setelah memotret hampir semua figur terkenal dalam dunia musik, Peter mulai jenuh dan mencari hal-hal spiritual. Ia hanya ingin sesuatu yang berbeda, dan keputusannya tertuju pada India. Ia mempersiapkan segalanya dan mencari seorang guru. Akhirnya, ia menemukan seseorang yang memiliki latar belakang Hindu, tetapi mempunyai pembawaan yang mirip seorang Muslim.

Bersamanya, Peter belajar selama enam bulan. Ketika kembali ke Inggris, beberapa teman telah memeluk agama Islam. Ada pula teman lainnya yang kecanduan narkoba dan alkohol. Saat itu, seolah-olah Tuhan berseru, “Jalan mana yang akan kamu ikuti?”

Peter tidak mengetahui banyak hal tentang Islam. Namun, ia sering bermimpi dan mengalami berbagai peristiwa. Kemudian, ia memutuskan untuk memeluk Islam tanpa mengetahui apa-apa. Ia baru berusia 24 tahun. Tiga bulan berikutnya, ia menunaikan ibadah haji. Ia tidak mempunyai uang, tetapi ia berniat untuk melakukannya. Guru spiritualnya memberikan tiket kepadanya, dan akhirnya berangkat ke Makkah. Dan, gurunya meninggal ketika berada di Kakbah.

Kembali ke tahun 1971, menumpahkan bakat fotografi saat ibadah haji dirasa sangat kurang menjanjikan. Meskipun begitu, Peter Sanders tetap mendapatkan izin khusus untuk memotret tempat-tempat suci. Sangatlah unik bagi orang Barat lantaran dapat memotret proses ibadah haji. Peter Sanders berkata, “Saya mendatangi kantor demi kantor di Jeddah dan Makkah, lalu bertemu dengan seorang laki-laki yang berwenang untuk memberikan izin. Banyak orang yang tidak bersedia bertanggung jawab dalam hal itu. Apalagi mereka kurang ahli dalam bidang fotografi, terutama seorang mualaf.”

Namun, ia memberikan tanggung jawab sepenuhnya. Secara esensial, fotografi bagi Peter Sanders adalah mengabadikan jiwa Islam. Ketika menggambarkan usaha-usahanya, sebuah ucapan penyair Urdu melinta dalam benaknya, “Untuk melihat Madinah sepenuhnya, kamu tidak hanya membutuhkan penglihatan tetapi rasa juga.”

Lantaran merasa bahwa rasa tersebut bukanlah satu misi besar, maka Peter mencoba untuk menyampaikannya kepada orang lain. la menghabiskan waktu 30 tahun belakangan ini untuk mendokumentasikan sisa-sisa masyarakat tradisional Islam yang mulai lenyap dari dunia. Salah satu proyek yang sedang dikerjakannya adalah memotret tradisi yang mulai terancam hilang, kemudian menyusunnya dalam album para ulama dan orang suci di masa sekarang.

Dalam album dua seri tersebut, ia berharap bisa mendapatkan sponsor untuk diterbitkan, termasuk gambar orang-orang yang memotret untuk pertama kalinya, serta orang yang telah berpulang beberapa waktu terakhir ini. Peter Sanders dikenal sebagai salah satu fotografer internasional dunia Islam. Karier fotografinya dimulai pada pertengahan tahun 1960-an dalam sebuah acara rock & roll untuk mengabadikan tokoh-tokoh musik legendaris. Kemudian, karya tersebut dianggap sebagai karya klasik bagi para kolektor.

Komitmen Peter yang begitu dalam, serta kecintaannya terhadap kebudayaan Islam tradisional telah membawanya jauh lebih akrab dengan orang-orang sekitarnya dan tempat yang disinggahinya Peter berkata, “Foto-foto saya selalu menjadi perpanjangan tangan dari kehidupan saya. Fotografi merupakan sebuah perkembangan yang elok bagaikan hadiah dari Tuhan yang membawa saya untuk belajar banyak tentang diri sendiri dan dunia di sekeliling saya. Sama halnya dengan mengejar sebuah peristiwa, serta mencoba mengabadikan seekor burung yang sedang terbang.”

Sementara itu, seorang kritikus seni asal Jepang, Tsuyoshi Kawasoe, berucap, “Fotografi adalah sesuatu benar-benar indah.” Adapun seorang penulis yang yang bernama Michael Sugich berkata, “Seseorang tidak bisa memandang karya-karyanya dengan sebelah mata. Ia adalah satu-satunya fotografer yang memegang sistem dan tetap beribadah dalam tugas, serta mengubah banyak area dalam dunia Islam menjadi area yang tidak asing lagi. Pemahamannya tentang budaya dan ketulusan spiritual yang tanpa cacat membuatnya mampu memotret tempat dan masyarakat yang tidak dapat disentuh oleh orang Barat mana pun. Ia memiliki catatan yang tidak akan terlupakan, puitis, serta sangat menarik mengenai masa yang luar biasa dan budaya yang amat kaya.”

Ada pula pendapat lainnya yang mengatakan bahwa ia memotret kreasi keindahan spiritual. Karya-karyanya telah muncul dalam sejumlah internasional, yakni majalah Time, Paris Match, The Observer, The Sunday Times, dan majalah terbitan London yang didukung oleh pan-Arab bernama al-Majalla dan dipasang pada bagian sampul.

Foto-fotonya dengan objek kota suci Makkah dan Madinah banyak diminati, termasuk Peter Sander Photography Limited. Itu merupakan perpustakaan foto yang berisi 12 ribu film yang diproduksi dengan cita rasa seni tinggi. Buku In the Shade of the Tree adalah buku fotografi pertamanya yang akan dirilis pada tahun ini. Salah satu dari tiga karya lainnya bertema tentang Muslim di Cina.

 

Comments

comments

Related For Fotografer Profesional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *