Etika Dakwah Rasulullah Saw.

Tuesday, October 6th 2015. | Aswaja

dakwah

Alasan kenapa Rosul di utus di Jazirah Arab adalah, karena saat itu Arab dalam kondisi yang sangat ironis. Di penuhi oleh kejahiliyyahan, kedlaliman, dan kemusyrikan itulah sepintas gambaran Arab pada masa itu. Mereka menyembah berhala dan mengubur hidup-hidup bayi perempuannya. mereka menganggap bayi perempuan adalah suatu aib bagi keluarga. Kehadiran perempuan dalam sebuah keluarga akan membuat mereka hina di mata keluarga yang lain.

Bangsa arab adalah bangsa yang sangat fanatic terhadap nasab dan agama. Karena itu, Mereka tidak mau menerima seorang utusan dari suku Quraisy yang tidak memiliki ayah. Apalagi membawa agama baru di tengah-tengah mereka. Rosulullah di anggap sebagai orang  yang merusak agama yang sekian lama di pegang oleh nenek moyang mereka. Rosul di anggap musuh besar yang harus di lenyapkan.

Pada mulanya Rosulullah di kucilkan, beliau di hina, di caci, dan di jahati oleh orang-orang Arab. Rosulullah di anggap sebagai orang gila dengan ajarannya. Karenanya, dengan segala siasat mereka berupaya membunuh Rosulullah SAW. Para pengikut  beliau juga di ancam akan di bunuh jika masih mengikuti ajaran islam.

Namun dengan profesionalitas dakwah, beliau mampu membalik keadaan. Satu demi satu  orang-orang berbaiat di hadapan beliau. Seakan beliau mempunyai magic, membuat islam yang pada permualaannya minoritas kini menjadi agama yang  mayoritas.

Kiranya kita perlu memahami etika dakwah yang di terapkan beliau, dan kita terapkan pada masyarakat kita yang sedang mengalami masa jahiliyyah modern.

  1. Hikmah dan Mauidloh Hasanah, Allah berfirman dalam surat an-nahl ayat 125,” dan serulah manusia ke jalan tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan baik. Terbukti dengan metode yang beliau terapkan ini, beliau mampu mencetak pribadi-pribadi seperti Abu bakar dan umar, kita kenal betapa kerasnya pribadi umar sebelum masuk islam. Namun setelah bermuwajahah dan mendapat pencerahan beliau, sikapnya berubah drastis. Ia menjadi sahabat yang tawadlu’, penuh kasih sayang, dan santun dalam berbicara. Sifat kerasnnya hanya muncul untuk membela nabi dan menegakkan agama islam.
  2. Memotivasi bertanya, memberikan penyegaran dan rasa puas bagi para sahabat beliau yang memiliki rasa penasaran terhadap agama islam, dengan metode ini beliau mampu memunculkan sahabat berkelas seperti Utsman, Sayyidina Ali, dan Zaid bin Tsabit.
  3. Menjaga penampilan dan tingkah laku, hal ini akan memudahkan untuk menarik watak manusia, sehingga mereka bisa mengambil manfaat dari beliau dengan sempurna. Terdapat suatu Hadits yang di riwayatkan Siti Aisyah R.a. Ia berkata,”Orang-orang berkumpul di depan rumah Rosulullah, lalu beliau keluar menemui mereka. Siti aisyah berkata,” Aku melihat Rosul berkaca pada suatu wadah yang ada airnya, beliau merapikan rambut dan jenggotnya yang mulia, aku pun bertanya perihal itu. maka beliau menjawab,” Iya, Sesungguhnya Allah senang seorang hamba yang berdandan karena saudara-saudaranya ketika dia hendak menemui mereka.”
  4. Dalam waktu yang tepat, dalam kitab fawaid mukhtarah, di sebutkan, Allah berfirman, maka peringatkanlah, karena peringatan itu bermanfaat(Al-A’la:9), maksudnya pada waktu yang pada saat itu orang-orang bisa menerima peringatan. Saat melihat mereka tidak mungkin menerima, maka tahanlah dulu. Karena jika kalian memaksakan menyampaikan pada saat mereka malas, itu akan membuat mereka mendustakanmu. Dan akan berujung mendustakan dan berpaling dari Allah dan rosulNya,
  5. Dengan halus dan lemah lembut. Dalam surat Al-Imron ayat 159, Allah berfirman, maka di sebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Bagaimana kita membayangkan Rosulullah setiap hendak melaksanakan sholat berjamaah selalu di timpahi kotoran unta oleh seseorang, beliau tak pernah sekalipun membalasnya. Bahkan saat orang itu sakit, beliaulah satu-satunya orang yang menjenguknya. Dia mengira Rosul akan berbalas dendam. Namun justru Rosul menampakkan wajah berserih dan mendo’akan atas kesembuhannya. Hal itu membuat hati orang itu luluh, dan akhirnya dia baiat Islam di hadapan beliau

Comments

comments

tags:

Related For Etika Dakwah Rasulullah Saw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *