Dunia Maya Pisau Bermata Dua

Tuesday, April 8th 2014. | Pojok Pesantren

index

Pertengahan Desember 2013 menjadi hari-hari yang cukup sibuk bagi Kang Aba Abid. Betapa tidak, selain kegiatan rutin menyiapkan tes akhir semester ganjil di sekolah yang dipimpinnya, dia juga harus berbenah diri bersama teman-teman sekoleganya sesama Kepala Sekolah yang tergabung dalam Gresik Moslem School Community menyiapkan penyambutan tamu dari T.U.N School Thailand.

Tamu yang dimaksud bukan untuk minta perlindungan dan mencari tempat pengungsian karena Thailand sedang dirundung gejolak politik, tetapi sebagai kunjungan balasan ke Indonesia, setelah beberapa bulan yang lewat Kang Aba Abid bersama komunitasnya  melakukan kunjungan pendidikan ke Thailand.

Menjadi menarik dari silaturrahim ini adalah pola komunikasi yang semua berbasis tehnologi. Perbedaan bahasa dan jauhnya jarak geografis, ternyata pada era sekarang bukan sebuah halangan yang berarti. Sekat beda bahasa ada fasilitas terjemah, jauhnya jarak geografis terasa sangat dekat di era tehonologi semacam ini.

Hal ini menginspirasi bahwa, ketika batas geografis wilayah terotorial semakin semu dengan tehnologi, maka sesungguhnya, tehnologi akan kembali kepada siapa yang pegang kendali dan memanfaatkan tenologi. Tehologi informasi dan komunikasi dunia maya ibarat pisau bermata dua. Information Comunication and Tehnology (ICT) menjadi sangat menakutkan dan senjata ampuh merusak moral dan peradaban jika dikendalikan oleh yang  memilki misi membinatangkan manusia dengan merusak moral dan etika. Sekuat apapun regulasi larangan mengakses situs porno diberlakukan di Indonesia, tho faktanya Indonesia pengakses situs porno terbesar didunia. Sekuat apapun benteng pertahanan nilai-nilai dan adat ketimuran, tho akhirnya jebol juga dengan gedoran gelombang konsumerisme dan hedonisme kapitalis. Begitu juga sebaliknya ICT akan menjadi pelita ditengah kegelapan peradaban.

“Satu langkah lebih maju”

“Apa maksud ente?” tanya Kang Jalil yang sedang duduk disebelah Kang Aba Abid ketika mengomentari efektifitas radio Langitan sebagai media dakwah yang diluncurkan bersamaan dengan acara istihlal keluarga besar Langitan pasca Hari Raya Idul Fitri yang lalu. Dua sahabat ini berusaha dapat ketemu ditengah-tengah lautan santri dan kaum muslimin ketika haul Masyayeh Langitan.

“Berbagai media dakwah pada era sekarang terbuka lebar untuk berkompetisi dengan kepentingan lain selain dakwah. Menyadari dan selanjutnya memanfaatkan media elektronik dan dunia maya sebagai media dakwah merupakan langkah cerdas”. Jelas Kang Aba Abid.

“Ya cuman sisi muwajahan dengan sumber dakwah menjadi terputus, maka keberkahan majlis ta’lim minimal berkurang bahwan bisa jadi hilang sama sekali”

“Kang”….. kata Kang Aba Abid mencoba menjelaskan. “Formula dan media terbaru sebaik apapun tentu digandengi sisi negatifnya. Hanya saja bagi pelaku dakwah yang hanya berkutat mempertimbangkan sisi negatif saja akan terjebak stagnan dan selamanya akan menjadi tukang kebersihan limbah tehnologi”. Kata Kang Aba Abid.

“Konkritnya?.. Serga Kang Jalil.

“Dunia maya merupakan ladang subur bagi siapapun yang mampu mengaksesnya. Bagi pebisnis, dunia maya sangat prospek, bukankah banyak milyader terlahir dengan bisnis online-nya?. Politisi naik dan turun pencitraannya pun bisa jadi peran dunia maya. Coba cek Caleg dari partai mana di Indoneia ini yang tidak memanfaatkan jejaring sosial?. Penyebaran virus pornografi sungguh menjadi efektif lewat dunia maya. Jika kemudian sisi-sisi kehidupan lain telah larut dan memanfaatkan dunia maya, lantas apakah kita sebatas menjadi tukang bersih-bersih limbah negatif dunia maya? Jika ini yang menjadi pilihan kita rasanya kita menjadi orang yang rela dengan kondisi kebodohan”

“Terus apa yang bisa kita lakukan”

“Kita sadar memang, bahwa dakwah didunia maya masih menjadi komunitas kecil jika dibanding dengan mereka yang memiliki kepentingan lain. Tetapi kita harus bangkit dan memulai untuk memanfaatkan dan semoga dapat ambil peran segnifikan. Sehingga kedepan kita dapat memimpikan radio dan web-nya Langitan menjadi rujukan para pencari kebenaran ditengah ganasnya rimba raya kedzaliman dan kemunkaran. Radio dan web-nya Langitan harus menjadi pelepas dahaga bagi mereka yang haus akan ketenangan hati dan jiwa. Radio dan web-nya Langitan sudah waktunya menjadi inspirasi dakwah ditengah gelapnya gempuran hedonisme yang sudah sesak menjejali dunia maya. Sungguh mulya kehadiran media dunia maya yang mampu dimanfaatkan untuk menghadirkan kesejukan dan ritme ketenangan hati dan jiwa”. Jelas Kang Aba Abid.

“Hanya saja tidak semudah itu persoalannya”, susul Kang Aba Abid ingin menjelaskan lebih lanjut. “Kompetisi kepentingan di dunia maya sungguh dahsyat. Dibutuhkan strategi dan kemampuan keilmuan memadai untuk menyuguhkan hidangan menjadi menarik. Tentu demikian juga dengan dakwah didunia maya. Pluralitas psikologis dan majemuknya sosio kultur pengakses media harus menjadi entri awal pertimbangan dalam meracik hidangan. Pemahaman keagamaan yang memadai dalam konteks ini bukan satu-satunya modal. Disana masih dibutuhkan psikologi public, koprehenshipnya sudut pandang persoalan, muatan nilai yang mampu mengedor kegersangan spiritualitas public dan tentu kemampuan desainer suguhan hidangan. Semua menjadi prasyarat mengundang para  pengakses media dan mampu memikat hati dan pikirannya pada kontens dakwah kita”. Jelas Kang Aba Abid

“Jika tidak?… serga Kang Jalil.

“Maka upaya kita akan dianggap sampah dunia maya, namun kita harus bangkit dan memulai, karena beraksi dan salah itu masih lebih baik dari pada tidak salah karena tidak pernah beraksi”

Oleh : Aba Abid

abaabid.abid@gmail.com

Comments

comments

tags: , , , ,

Related For Dunia Maya Pisau Bermata Dua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *