Drs. H. Lukman Hakim; Anak Menteri yang Jadi Menteri

Friday, February 6th 2015. | Uncategorized

 

Drs. H. Lukman Hakim

Di saat sejumlah pihak menginginkan agar ia jadi menteri, dengan tegas ia menjawab “Saya mengapresiasi hal itu, namun fokus saya bukan itu,” ujarnya seperti dilansir oleh Tempo, Rabu (30/07/2014). Saat ini dia hanya ingin fokus pada tugas dan fungsi sebagai Menteri Agama, sehingga pemerintahan ke depan tidak harus menanggung beban kerja yang belum selesai. “Tapi, kalau memang masih dipercaya, itu namanya takdir,” tuturnya.

 

Kalimat yang disampaikan oleh Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Saifuddin di atas menunjukkan bahwa beliau  adalah orang yang bertanggung jawab, cerdas dan visioner. Di saat semua pihak mulai tawar-menawar dan mengajukan nama untuk jabatan menteri, justru beliau memilih untuk bungkam karena semua adalah kewenangan presiden terpilih.

 

Mewarisi Jabatan Orang Tua

Dinamika politik dan pemerintahan di Indonesia kadang juga menyuguhkan hal menarik seperti pejabat yang menduduki jabatannya setingkat dengan orang tuanya. Sebut saja, Megawati Soekarnoputri merupakan anak Presiden I RI Soekarno (1945-1968) yang meneruskan tampuk kepemimpinan ayahnya untuk menjadi Presiden V RI (2001-2004).

Kini kondisi seperti itu terjadi pada jabatan setingkat menteri. Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin yang baru dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (9/6) ini merupakan anak bungsu (10 bersaudara) dari Menteri Agama KH.  Saifuddin Zuhri (1962-1967).

Lukman Hakim menduduki jabatan ini menggantikan Suryadharma Ali pasca mengundurkan diri. Beliau menyatakan amanah dari Presiden itu merupakan kepercayaan yang luar biasa berat dan tanggung jawab itu dinilai lebih berat karena berarti dirinya hanya memiliki jangka waktu tersisa selama empat bulan. “Tidak mudah bagi saya menerima amanah yang luar biasa beratnya,” kata Lukman.

 

Anggota Dewan Sejak 1997

Selepas mengenyam pendidikan di SDN dan MI Manaratul Ulum, Lukman Hakim melanjutkan sekolah ke Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jatim (1983) lalu ke Universitas Islam As-Syafiiyah, Jakarta (1990).

Pada masa mudanya ia aktif sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) 1985-1988. Lalu pada 1988-1999, Lukman berkecimpung di Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU sebagai Wakil Sekretaris, berbagai kepala bidang hingga Ketua Badan Pengurus periode 1996-1999.

Selama beraktivitas di Lakpesdam NU, ia pernah mengikuti pendidikan singkat mengenai Community Organizer in Health and Development in Asian Rural Settings di Asian Health Institute, Nagoya, Jepang dan di Curtin University, Perth, Australia. Pada tahun 1995-1997 bergabung dengan Helen Keller International sebagai project manager dalam program The Irian Jaya Community Eye Care Project.

Sejak 1997 hingga sebelum diangkat menteri, Lukman Hakim sudah menduduki anggota dewan. Beliau dikenal sebagai pribadi yang berintegritas dan memiliki pergaulan yang luas selama berkecimpung di parlemen saat memimpin ketua fraksi maupun Wakil Ketua MPR RI.

Selama mengabdi di DPR, pernah memimpin Tim Pemantau Operasional Haji di Saudi Arabia, mewakili DPR dalam Young Parliamentarians Meeting di Filipina dan Italia, memenuhi undangan The American Council of Young Political Leaders ke Amerika Serikat, anggota delegasi dalam The Role of the Legislatures di Mongolia, dan anggota delegasi dalam Congress of Democrats from the Islamic World di Turki. Berkesempatan melakukan studi tentang konstitusi ke negara Rusia, Jerman, Perancis, Belanda, dan Spanyol sebagai anggota Badan Pekerja MPR yang khusus merancang Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada 1999 hingga 2002.

 

Kiat Berantas Mafia Pemondokan dan Kuota Haji

Kiprahnya yang aktif ke dalam lembaga-lembaga swadaya masyarakat membuat Lukman Hakim Saifuddin kerap berinteraksi dengan masyarakat lapis bawah secara langsung. Dengan itu beliau bisa mengetahui persoalan-persoalan di masyarakat, untuk kemudian menyelami, memahami dan menghayati apa sebenarnya yang menjadi persoalan bagi masyarakat.

Banyak program yang ingin diselesaikan –meski belum sempurna- oleh Menag Lukman Hakim dalam waktu yang singkat. Yang terhangat, Menag ingin membenahi sistem penyelenggaraan ibadah haji. Misi besarnya adalah memberantas mafia pemondokan dan penertiban kuota haji. Pemondokan haji selama ini menyerap biaya yang besar. Karena itu beliau menyertakan wakil KPK dan BPK untuk memantau proses negosiasi pemondokan haji. Konsultasi penyelenggaran haji juga ditempuh dengan mendatangi Indonesia Corruption Watch (ICW). Maka, inilah pertama kalinya seorang menteri mendatangi lembaga pegiat antikorupsi ini.

“Dengan cara seperti itu, maka proses itu jauh lebih transparan dan menghilangkan anggapan-anggapan terkait mafia perumahan di Tanah Suci. Alhamdulillah meskipun sudah di akhir saya masuk, saya dilantik kan 9 Juni, efisiensi di Makkah mencapai Rp 100 miliar rupiah,” kata Lukman kepada wartawan saat memberikan pembekalan petugas Media Center Haji 2014 di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/8/2014).

Soal penertiban kuota haji, Menag agar memagari kuota resmi dari kemenag. Beliau mengajak pers menghentikan praktik tidak terpuji jual beli kuota. “Kalau ada pihak tertentu menawarkan memberangkatkan anda haji tapi setor uang muka kemudian hubungi kedutaan jangan didengarkan, karena bisa jadi orang seperti ini hanya membual saja, hanya ingin menipu saja,” imbau Lukman seperti yang dilansir oleh detikNews.

 

Pak Lukman Hakim

Menag Lukman Hakim saat sowan KH Maimun Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah

Ideologi ISIS Bertentangan dengan Pancasila

Menag Lukman Hakim Saifuddin mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia. Pasalnya, gerakan tersebut dampaknya tidak baik bagi agama Islam dan negara.

Menag menegaskan, paham ISIS dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “ISIS bisa mengganggu kualitas keagamaan dan mengganggu kita untuk memelihara keutuhan NKRI, seluruh elemen bangsa harus mewaspadai pergerakan dan penyebaran ISIS. Umat Islam harus berhati-hati dalam memahami suatu ajaran,” katanya seperti dilansir Indonews,  Sabtu (9/8/2014) dalam seminar bertema Fenomena Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) bagi NKRI dan Islam Rahmatan Lil Alamin di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (9/8/2014).

Dalam satu keterangan pers, Menag juga menyatakan bahwa gerakan ISIS bertentangan dengan dasar negara Pancasila. Gerakan ini merupakan paham radikal yang menggunakan kekerasan demi perjuangan mereka. “Ideologi ISIS bertentangan dengan Pancasila. Mengatakan Pancasila sebagai thagut (berhala) yang harus diperangi itu sudah amat kelewat batas,” tegas Lukman.

Warga negara Indonesia yang bersumpah dan berjanji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing itu dapat kehilangan kewarganegaraannya. Untuk itu, Menag Lukman Hakim mendorong aparat penegak hukum untuk menangani keterlibatan WNI dalam kelompok tersebut.

BIOGRAFI SINGKAT

 

Nama     : Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin

Lahir       : Jakarta, 25 November 1962 (umur 51)

Istri         : Trisna Willy

Anak       : Naufal Zilal Kemal, Zahira Humaira, Sabilla Salsabilla

Pendidikan:

Karier:

Riwayat organisasi:

  • Ketua PH DPP PPP (2007-2012)
  • Ketua Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan DPP PPP (1999-2003)
  • Sekretaris Forum Konstitusi (2004-sekarang)
  • Ketua Badan Pengurus Lakpesdam NU (1992-1995)
  • Wakil Sekretaris PP-LKKNU (1985-1988)
  • Sekum YISC Al-Azhar (1985-1988)
  • Anggota Tim Pemantau Operasional Haji DPR RI di Saudi Arabia
  • Wakil Ketua Bidang Pengembangan Program Yayasan Saifuddin Zuhri (1994-sekarang)
  • Anggota Komisi Pengawas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) (2004-2007)
  • Sekretaris Forum Konstitusi (wadah berhimpunnya para pelaku sejarah yang merumuskan Rancangan Perubahan UUD 1945)
  • Dll

 

 

[Mohammad Sholeh]

 

Comments

comments

tags: , , , , ,

Related For Drs. H. Lukman Hakim; Anak Menteri yang Jadi Menteri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *