Di Balik Dahsyatnya Erupsi

Saturday, April 28th 2018. | Keajaiban

Rupanya erupsi atau letusan Gunung Agung tak mengganggu para pelancong dan wisatawan yang tengah berlibur di Bali. Di tengah menjamurnya informasi dari berbagai media, sebagian turis mancanegara yang berada di Pulau Dewata tersebut ternyata tak mengetahui bahwa aktivitas gunung tertinggi di Bali sedang meningkat.

Jasmin de Graff (23), turis asal Belanda, mengakui hal ini. Dalam rangka mengisi musim liburan, Jasmin sudah tiga hari berada di Bali bersama keluarganya. Dia berencana bertolak ke Bangkok dan Thailand guna melanjutkan perjalanannya. Joseph Adams (35) juga memiliki pengalaman serupa. Setelah empat hari tinggal di Bali, wisatawan asal Amerika Serikat tersebut baru mengetahui kondisi Gunung Agung. Hal ini sebagaimana pemberitaan detik.com (28/11).

Adapun Sindonews (27/11) mengulas berita tentang gencarnya media-media internasional memberitakan erupsi Gunung Agung. Bagaimanapun, letusan gunung berdampak serius terhadap jadwal penerbangan. Topik inilah yang kerap diangkat oleh media-media asing tersebut.

Judul berita “Indonesia volcano: Mount Agung eruption closes Bali’s main airport (Gunung berapi Indonesia: Letusan Gunung Agung menutup bandara utama Bali)” diusung oleh CNN. Dalam laporannya, media yang berbasis di Amerika Serikat (AS) tersebut menyoroti evakuasi ribuan penduduk di sekitar Gunung Agung yang berimbas pada ratusan penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai. Akibatnya, jadwal penerbangan kurang lebih 59.000 penumpang domestik dan internasional dibatalkan. Topik serupa juga diangkat oleh media AS lainnya, Reuters, dan media Kanada, CBC.

ABC menurunkan berita peringatan bahwa Gunung Agung masih bisa meletus sewaktu-waktu. Pada hari Senin (27/11), media tersebut melansir judul, “Bali volcano: Indonesian disaster agency warns Mt Agung could erupt ‘anytime’, extends evacuation zone (Gunung berapi Bali: Lembaga bencana Indonesia memperingatkan Gunung Agung bisa meletus ‘kapan saja’, memperluas zona evakuasi)”. Dalam ulasannya, media Australia ini mengangkat dampak erupsi yang menyebabkan bandara utama di Bali ditutup sementara. Apa yang disampaikan oleh kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, merupakan sumber rujukannya.

Perhatian Ahli Geografi

Bila dilihat secara sepintas, keberadaan gunung di muka bumi hanya melahirkan penderitaan. Oleh sebagian orang, peristiwa meletusnya gunung dinilai sekadar musibah atau bencana alam. Padahal, sebenarnya gunung membawa manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Dalam jagat keilmuan, ayat-ayat mengenai gunung kerap menyajikan imajinasi sekaligus inspirasi bagi para peminat kajian geografi. Berbagai kisah tokoh-tokoh bersejarah yang bersinggungan dengan gunung dalam kitab suci genap menarik perhatian pakar-pakar geografi Muslim.

Tentang kisah ashâb al-kahfi, mereka kerap dihantui pertanyaan mengenai lokasi persembunyian para pemuda tersebut. Tentu saja kisah ini mendorong minat mereka untuk dapat menemukan letak gunung dan goa yang dimaksud. Demikian pula dengan kisah sekelompok manusia yang memahat dinding-dinding gunung dan “menyulapnya” menjadi rumah yang aman (Q.S. A1-Hijr: 82). Dari kisah ini, para ahli geografi merasa terpanggil untuk melacak jejak-jejaknya. Mereka cukup tertantang untuk melakukan penelusuran, sehingga pengetahuan tentang fenomena alam semakin mendalam dan fondasi berpikir dalam penelitian-penelitian sebelumnya semakin kokoh. (Afzalur Rahman: 2007: 152-153)

Fungsi dan Manfaat

Cuplikan buku Ensiklopediana Ilmu dalam Al-Quran: Rujukan Terlengkap Isyarat-Isyarat Ilmiah menyebutkan bahwa terdapat banyak ayat al-Quran yang menarik perhatian para peneliti untuk melakukan riset yang lebih ekstensif dalam bidang geografi. Al-Quran juga menyebutkan beberapa ayat kitab suci yang menarik minat para sarjana untuk menyelidiki beragam fungsi dan manfaat gunung. Dari firman Allah, dipahami bahwa gunung berperan menstabilkan gerakan bumi dan mempertahankannya dalam posisi yang kokoh.

“Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengukuhkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Naml: 61)

Sejumlah surat menyatakan bahwa gunung berfungsi sebagai pengokoh bumi. Tuhan telah menggelar bumi bagai permadani yang sangat luas supaya bisa menjadi tempat pijakan manusia. Tuhan juga telah menancapkan gunung-gunung sebagai penyangga agar bumi tidak bergoncang. Allah berfirman:

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu …” (Q.S. Al-Nahl: 15); “Dia menciptakan tangit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak mengoyangkan kamu …” (Q.S. Luqmân: 10); “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak? (Q.S. Al-Naba’: 6-7)

[Riza]

Comments

comments

tags: , , , , , , ,

Related For Di Balik Dahsyatnya Erupsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *