Dari Mimpi Hingga Kesuksesan Dakwah Habib Munzir al-Musawwa

Tuesday, March 25th 2014. | Jejak Utama, Wawancara
Habib Nabil Al-Musawa

Habib Nabil Al-Musawa

“Satu pelajaran besar yang bisa kita ambil dari wafatnya Adinda Habib Munzir Al-Musawwa Adalah keihlasan di dalam berdakwah. Jadi satu hal yang penting bagi para dai, bagi para ustadz, bagi para mubaliq, ketika berdakwah itu jangan memulai dari uang, jangan memulai dari dunia, jangan memulai dari harta, tapi mulailah dengan keihlasan.” Habib Nabil

Wawancara dengan Habib Nabil al-Musawwa (Kakanda Habib Munzir al-Musawwa)

Sementara orang beranggapan bahwa kesuksesan dakwah harus didukung oleh kesuksesan financial terlebih dahulu. Bahkan ada yang ngotot tidak berdakwah sebelum punya banyak uang. Apakah jalan itu juga yang ditempuh oleh Habib Munzir al-Musawwa dalam berdakwah? Kita tahu, selain memiliki jutaan murid dan pengagum di Majelis Rasulullah, juga memiliki jaringan dakwah di mancanegara yang terselenggaran secara sistematis. Berikut ini petikan wawancara via email dengan Habib Nabil al-Musawwa (Kakanda Habib Munzir al-Musawwa) terkait konsep dan dan rahasia sukses dakwah Habib Munzir.

Bagaimana Habib Nabil mengenang Habib Munzir al-Musawwa?

Semenjak kecil adinda Habib Munzir Al-Musawwa memang berbeda dari saudara-saudarnya yang lain. Sedari kecil ia sudah terbiasa untuk terus menerus komitmen, konsisten dengan perbanyak ibadah-ibadah sunnah.

Adinda terbiasa melaksanakan puasa Nabi Dawud dan sholat malam. Ketika SMP adinda telah hafal surat-surat di dalam Al-quran yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW. Berbeda dengan kami yang menghafal Al-quran seperti kebanyakan orang, Adinda Habib Munzir tidak. Dia mulai dengan surat-surat yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW. Saya ingat, ketika SMP itu adinda sudah hafal seluruh surat Muhammad di luar kepala.

Adinda adalah orang yang kuat menahan cobaan. Sejak kecil ia terkena  penyakit Asma yang parah. Setiap minggu bisa tigaa sampai empat kali kambuh. Tapi Adinda tidak pernah mengeluh. Tidak sekalipun pernah menunjukkan rasa sakitnya di depan kami semua.Suatu kali tanpa sengaja saya melihat wajah Adinda pucat pasi, keringat dingin mengucur dan bibirnya kaku tidak bisa berbicara. Masyaallah, bagaimana dia bisa menyimpan rasa sakit macam itu tanpa mengeluh sama sekali. Itu salah satu kesan saya.

Apa komentar Anda tentang mimpinya bertemu dengan Rasulullah

BERI KESEJUKAN: Habib Munzir bersama para birokrat dan duta besar dari berbagai negara

BERI KESEJUKAN: Habib Munzir bersama para birokrat dan duta besar dari berbagai negara

Sebagaimana yang saya ceritakan tadi, dari kecil Adinda memang berbeda. Setelah tamat sekolah ia tidak mau melanjutkan, maunya masuk pesantren. Sehingga saya termasuk orang yang menjadi mediator antara Adinda dengan Ayah, Allahuyarham Habib Fuad Al-Musawwa. Akhirnya kemudian Ayah mengizinkan Adinda masuk pesantren sampai kemudian berangkat ke Yaman sampai 5 tahun.

Nah, sejak di pesantren dan di Yaman itu Adinda sering kali menceritakan kepada kami tentang mimpi-mimpinya bertemu dengan Rasulullah Saw. Jadi saya kira dengan penyakitnya yang begitu berat, kemudian cobaan jauh dari orang tua, makan dan minum seadanya di pondok juga berbagai kesusahan yang lain, maka wajar jika kemudian diberi kelebihan tersebut.

Setelah dari Yaman, Apa yang dilakukan?

Sepulang dari Yaman, Adinda langsung memulai dahwahnya, seingat saya, di daerah Cipayung, Bogor. Adinda berdakwah dari rumah ke rumah, mengajak orang-orang untuk hadir dan mengikuti ceramahnya. Kadang ada yang datang, kadang tidak ada. Tapi dakwah itu terus dilakukan tanpa kenal menyerah.

Padahal waktu itu ia belum punya pekerjaan, tapi Adinda selalu menyediakan makan, minum dan lain sebagainya bagi para jama’ah. Jadi kalau saya ingin menyampaikan satu pelajaran besar yang bisa kita ambil dari wafatnya Adinda Habib Munzir Al-Musawwa Adalah keihlasan di dalam berdakwah. Satu hal yang penting bagi para dai, bagi para ustadz, bagi para mubalig, jika berdakwah jangan memulai dari uang. Jangan mulai dari dunia. Jangan memulai dari harta, tapi mulailah dengan keihlasan. Hanya keikhlasan yang akan mendatangkan keikhlasan lainnya.

Kemudian yang kedua adalah totalitas. Saya ingin menyampaikan bahwa banyak orang yang bertanya kepada saya, Habib Mudhir meninggalkan harta apa? Rumah? Mobil, atau yang lainnya?. Saya katakan –dan Allah saksinya –rumah itu bukan rumah pribadinya. Rumah itu adalah rumah kontrakan, kemudian mobil Mercy dan lain sebagainya itu adalah titipan dari orang-orang yang percaya kepadanya.

Kemarin, setelah kematian Adinda, sewaktu berkumpul dengan keluarga, ternyata ia tidak mempunyai apa-apa ketika meninggal. Nah saya kira ini yang mungkin perlu kita pelajari, kira kira adakah orang yang mampu di dalam berdakwah totalitas seperti itu?

Bisa dijelaskan lagi tentang totalitas dalam berdakwah?

Untuk urusan dakwah Habib Munzir menyediakan 24 jam waktunya dalam sehari. Dia mengurus web site-nya sendiri, juga asesoris dan segala macemnya. Semua dia lakukan sendiri. Kemudian yang juga tidak kalah pentingnya adalah ilmu. Tidak masalah ada lawakannya, atau dengan cara-cara lain agar orang tertarik, tapi selain itu juga yang harus di kuasai oleh seorang dai adalah Ilmu. Nah Habib Munzir ini menghabiskan waktunya bertahun-tahun untuk belajar.

 

Jika disederhakan, ada berapakah rahasia kesuskesan dakwah Habib Munzir?

Berkaitan dengan, kenapa orang-orang bisa begitu cinta, begitu banyak, begitu ramai hadir di dalam acaranya Habib Munzir? Saya memperhatikan setidaknya ada tiga hal minimal yang selalu dilakukan oleh Adinda Habib Munzir,

Pertama, tadi saya katakan, totalitas. Jika sudah pulang ke rumah, Adinda tidak langsung berhenti berdakwah. Jadi, masih melayani ini dan itu kepentingan dakwah.

Kemudian yang kedua. Juga berkaitan dengan Habib Munzir ini adalah dakwahnya mengarah pada hati. Jaman sekarang ini orang sudah semakin kering. Nah di sini Habib Munzir menyirami hati-hati orang-orang yang ada di sekitarnya.  Ia sentuh hati mereka. Yang asalnya keras kemudian bisa menangis. Sehingga kita bisa melihat orang yang tertarik dengan dakwahnya lebih banyak anak-anak muda. Walaupun orang tua juga banyak. Tapi anak-anak muda yang justru biasanya jauh dari pengajian itu bisa tertarik. Kenapa? Ya karena disentuh hatinya. Sehingga kemudian orang menangis, kemudian menyadari kesalahannya, kemudian bertaubat.

Ketiga, Adinda tidak pernah berkata kasar. Sebagai kakanya, sering kali saya mengetahui Adinda dihujat, baik secara langsung atau tidak langsung. Seperti saat tampil bersama dubes Amerika. Ada yang mengatakan orang ini menjual agamanya. Dia tidak menanggapi dengan keras, tapi hanya senyum kemudian menjawab dengan tingkah laku. Nah ini yang kemudian membuat orang sadar. Bahwa Habib Munzir ini memang panutan karena tidak pernah kasar tidak pernah keras, tidak pernah mengajak untuk memberontak dan sebagainya.

Bagaimana perjalanan Majelis Rosullullah Saw. ke depan? Siapa yang akan meneruskan kepemimpinan dari Habib Munzir nantinya?.

Majelis Rasulullah akan terus berjalan. Dan karena dakwah Majelis Rasulullah ini bukan hanya satu tapi juga sudah berupa Ormas, maka akan terus bergerak. Karena masih banyak orang yang akan menggantikan Adinda. Jadi saya di sini ingin menjelaskan, bahwa kemarin kita rapat dengan beberapa tokoh yang selama ini mengurus Majelis Rosulullah, kita ingin memunculkan ini sebagai system. Jadi ada banyak orang yang meneruskan, bukan hanya melambangkan satu pribadi setelah meninggalnya Habibana Habib Munzir Rahimakumullah.

[Muhammad Hasyim]

Comments

comments

tags: , , , ,

Related For Dari Mimpi Hingga Kesuksesan Dakwah Habib Munzir al-Musawwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *