Cinta Allah, Taatilah Rasul-Nya

Sunday, March 8th 2015. | Qur'an

cinta allah

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ () قُلْ أَطِيعُوا اللهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ [آل عمران/31، 32]

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (

)

 

Sababun Nuzul

Abu Ja’far berkata: “Para ahli ta’wil berbeda pendapat tentang sebab turunnya ayat ini. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa ayat ini turun menjelaskan sekelompok kaum pada masa Nabi Saw yang mengatakan “Sesungguhnya kami mencintai tuhan kami” lalu Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan Nabi Muhammad Saw untuk mengatakan kepada mereka: Kalau memang kalian benar dalam apa yang kalian ucapkan, maka ikutilah aku, karena dengan mengikutiku itu adalah tanda kebenaran apa yang kalian katakan.

Kelompok lain mengatakan bahwa ayat ini diturunkan kepada utusan kaum Nasrani Najran ketika menghadap kepada Nabi Muhammad Saw. Muhammad bin Ishaq bin Yasar meriwayatkan dari Muhammad bin Ja’far bin Zubair, ia berkata: “Ayat ini turun menjelaskan kaum Nasrani Najran. Hal ini ketika mereka mengatakan, Kami mengagungkan Al-Masih dan menyembahnya karena rasa cinta kepada Allah dan mengagungkan-Nya. Lalu Allah menurunkan ayat ini untuk menolak perkataan mereka.

Dalam riwayat yang lain Ad-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw berdiri melihat orang Qurasy memasang berhala-berhala mereka serta bersujud kepadanya. lalu Rasulullah Saw berkata : “Wahai orang Quraisy, sungguh kalian telah menyimpang dari ajaran ayah kalian Ibrahim.” Mereka menjawab: “Wahai Muhammad, kami menyembah berhala ini, karena rasa cinta kami kepada Allah untuk mendekatkan diri kai kepada Allah lebih dekat lagi.”

Lalu Allah Swt menurunkan ayat ini.(Tafsir AtThabari [6]: 322-323, Zad alMasir [1]: 373, Lubab anNuqul [1]: 41, Asbabu anNuzul li alWahidi [1]: 34).

 

Tafsir Ayat

Ayat yang mulia ini telah memberikan kepastian hukum kepada setiap orang yang mengaku bahwa dirinya cinta kepada Allah, padahal mereka tidak pernah mengikuti jejak langkah Nabi Saw. Dengan demikian pengakuan mereka hanya kebohongan belaka, sampai mereka benar-benar mau mengikuti syariat Muhammad dan addin annabawiyah dalam setiap ucapan dan tingkah lakunya. Rasulullah Saw bersabda:Barang siapa yang melakukan pekerjaan yang bukan termasuk urusan kita, maka perbuatan itu akan tertolak.

Dari sinilah kemudian Allah memfirmankan: “Katakanlah (wahai Muhammad), Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi.” Artinya kalian akan mendapatkan melebihi apa yang kalian cari sebab cinta kalian kepada Allah.

Lalu Allah melanjutkan firmannya: ”Dan Allah akan mengampuni dosa-dosamu. Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Artinya sebab kalian semua mengikuti Rasulullah Saw, maka semuanya akan menemukan hasilnya sebab berkah Rasulullah Saw.

Kemudian Allah Swt memfirmankan ayat selanjutnya seraya memerintahkan kepada siapapun. Allah Swt berfirman: Katakanlah (wahai Muhammad), Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.

Ayat ini menunjukkah bahwa tidak mematuhi perintah Allah dan Rasullnya adalah termasuk kekafiran, dan Allah Swt tidaklah pernah mencintai orang yang memiliki sifat seperti ini, meskipun ia mengaku dan berprasangkah bahwa dirinya mencintai Allah dan dekat kepada-Nya, sampai ia benar-benar mengikuti dan taat kepada Nabi Muhammad Saw. Nabi terakhir yang diutus Allah Swt kepada seluruh umat manusia dan jin, di mana andaikan saja seluruh nabi dan rasul bahkan para nabi yang berpredikat ulum azmi hidup semasa dengan Nabi Muhammad saw, niscaya mereka tidak memiliki keluasan lagi kecuali mengikuti Nabi Muhammad, taat kepadanya dan patuh terhadap syariatnya. (Tafsir Ibnu Katsir [2]: 32)

 

Comments

comments

tags: , , , , , , , , ,

Related For Cinta Allah, Taatilah Rasul-Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *