Cinta Ahli Bait, Bukti Cinta Nabi Saw

Tuesday, April 11th 2017. | Aswaja

 

Sudah menjadi kewajiban setiap orang mukmin adalah mencintai Nabi Muhammad Saw, taat kepadanya dan selalu menjunjung tinggi sabda-sabdanya sebagaimana yang telah difirmankan Allah Swt dalam Alquran :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (31) قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ (32)

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” (QS. Ali Imron 31-32)

Termasuk bukti bahwa kita mencintai Nabi Saw adalah mencintai dan mengagungkan serta memuliakan keluarga atau ahli bait Nabi Saw.

 

Siapa Ahlu Bait Nabi Saw?

Keluarga Nabi Saw adalah para ahlul kisa’, para istri Nabi dan seluruh dzurriyah Nabi Saw.  Diriwayatkan oleh At Tirmidzi bersumber dari Ummu Salamah ketika diwahyukan firman Allah Swt :

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al Ahzab 33)

Lalu Rasulullah Saw menutupkan kain kisa’nya (surbannya) kepada Ali, Fathimah, Al Hasan dan Al Husain lalu beliau bersabda :

اَللَّهُمَّ هَؤُلَاءِ أَهْلُ بَيْتِيْ فَأَذْهِبْ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيْرًا

Ya Allah, mereka adalah keluargaku (ahli baitku), maka hapuskanlah dari mereka segala dosa dan bersihkanlah dari mereka sebersih-bersihnya.

Dalam hadits ini hanya menyebutkan Sayyidina Ali, Fatimah, Al Hasan dan Al Husain sebagai ahli bait Rasulullah Saw. Dan termasuk ahli bait Rasulullah saw adalah dzurriyah (anak cucu) Nabi saw dan istri-istri beliau, sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadits. Diantara adalah riwayat Imam Al Bukhori tentang cara membaca shalawat kepada Nabi saw. Nabi Saw bersabda :

قُولُوا : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ

Katakanlah : Ya Allah, Semoga limpahan sholawat terhaturkan kepada Nabi Muhammad, Istri-istrinya dna anak keturunannya.

Dalam kitab Allimu Awladakum Mahabbata Ali Baitin Nabi, setelah menelaah beberapa hadits tentang keluarga Nabi Muhammad Saw, Dr. Muhammad Abduh Yamani menyimpulkan bahwa Ali, Fathimah, Al Hasan dan Al Husain adalah keluarga Nabi Saw berdasarkan nash hadis, sedangkan istri-istri Nabi saw juga termasuk ahli bait berdasarkan umumnya ayat Alquran dan arti yang tersurat dalam sabda Nabi saw tentang anjuran membaca shalawat kepada Nabi Saw, istri dan anak keturunan beliau.

 

Kewajiban Mencintai Keluarga Nabi Saw

Mencintai, menghormati, memuliakan dan mengagungkan keluarga Nabi Muhammad Saw adalah sebuah kewajiban yang berlaku fardu ain atas setiap orang Islam berdasarkan ayat-ayat Alquran dan Hadits Nabi Saw, begitu juga sebalikanya, mencaci maki atau bahkan membenci keluarga Nabi Saw adalah larangan yang berbuah ancaman pedihnya api neraka. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra. Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda :

أَحِبُّوا اللَّهَ لِمَا يَغْذُوكُمْ مِنْ نِعَمِهِ وَأَحِبُّونِي لِحُبِّ اللَّهِ وَأَحِبُّوا أَهْلَ بَيْتِي لِحُبِّي

Cintailah Allah, karena nikmat-nikmatnya yang selalu datang, dan cintailah aku karena cintakepada Allah dan cintailah keluargaku karena cinta kepada ku. (HR. At Tirmidzi)

Dalam riwayat lain dari Jabir bin Abdillah ia berkata : Aku melihat Rasulullah saw pada saat haji di Hari Arofah, beliau sedang duduk di atas untanya sambil berkhutbah, lalu aku mendengar beliau bersabada :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّيْ قَدْ تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوْا كِتَابُ اللَّهِ وَعِتْرَتِيْ أَهْلِ بَيْتِيْ

Wahai para manusia, sesungguhnya aku meninggalkan untuk kalian sesuatu yang ketika kalian mengambil darinya tidak akan tersesat yaitu Kitabullah dan anak keturunan keluargaku. (HR. At Tirmidzi)

Dari sini kemudian Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i menuturkan :

يا أهل بيت رسول الله حبكم # فرض من الله في القرأن أنزله

كفاكم من عظيم القدر أنكم # من لم يصل عليكم لا صلاة له

Wahai ahlu bait Rasulullah, mencintaimu adalah sebuah kewajiban dari Allah yang difirmankan dalam Alquran yang telah diturunkan-Nya.

Cukuplah untukmu bukti ketinggian derajatmu, sesungguhnya siapa saja yang tidak bersholawat untukmu, maka tiada shalawat (doa) diterima dari-Nya.

Tentang larangan membenci dan menyakiri ahlu bait, diriwayatkan dari Abu Said Al Khurdi ia berkata Rasulullah Saw bersabda :

والذي نفسي بيده لا يبغض أهل البيت أحد إلاأدخله الله النار

Demi Dzat yang hidupku dalam kekuasaannya, tidaklah seseorang marah (memaki dan mencaci) ahlu bait, kecualia Allah akan memasukkan dirinya ke dalam neraka (HR. Al Hakim)

Disebutkan oleh para ulama barang siapa yang menyakiti keluarga Nabi saw maka ia telah menyakiti Rasulullah, dan barang siapa yang menyakiti Rasulullah, ia telah menyakiri Allah dan ia berhak mendapatkan laknat dan siksa sebagaimana yang disebutkan dalam Surat Al Ahzab ayat 57.

Dengan demikian kita bisa menyimpukan sebagaimana yang disampaikan oleh Prof. KH. Abdullah bin Nuh dalam Al Imam Al Muhajir : Kami golongan Ahlus Sunnah wal Jamaah meyakini dan berprinsip untuk mencintai semua ahlu bait, terlebih lagi adalah Al Hasan dan Al Husain serta kedua orang tua mereka, semoga Allah meridhoi mereka semua.

 

Referensi

Al Ajwibah Gholiyah  Habib Zainal Abidin Al Alawi

Al Hujajul Qoth’iyah KH. Muhyiddin Abdus Shomad

Allimu Awladkum Mahabbata Ali Baiti Nabi Saw. Dr. Muhammad Abduh Yamani

 

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , ,

Related For Cinta Ahli Bait, Bukti Cinta Nabi Saw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *