Canda Santri: Pangkat NU

Tuesday, October 17th 2017. | Essay

 

NU seolah terbelah gara-gara para pemimpin dan tokoh-tokohnya berbeda pilihan. Ada yang dukung sana ada yang dukung sono. Lantas warga diajak untuk mengikuti pilihan mereka.

Banyak orang melihat keadaan ini sebagai bencana dan merasa nelangsa karena mengira kiamat segera tiba. Sebenarnya sih tidak harus banget-banget begitu. Toh NU sudah pernah mengalami cobaan yang lebih berat dari ini. Sekarang yang diributkan adalah pilihan pemimpin DI LUAR NU. Dulu, “perpecahan” dipicu kontroversi pilihan PEMIMPIN NU sendiri. Yang terlibat pertentangan pun jauh lebih dhugdheng daripada sekarang.

Awal 1980-an, kemelut melanda NU berujung “pembelahan kepemimpinan” antara apa yang disebut “kubu Situbondo” dan “kubu Cipete”. Yang satu digawangi Kiai As’ ad Syamsul Arifin dan Kiai Ali Ma’shum, di seberangnya adalah Kiai Idham Chalid dan Kiai Anwar Musaddad. Pada waktu itu, tentu kebingungan warga jauh lebih hebat dibanding hari ini.

Dian Nafi’, seorang santri yang sedang “menyala” rasa ke-NU-annya, mencurahkan kegalauan kepada Kiai Umar Abdul Mannan, Mangkuyudan, paman sekaligus orang tua angkatnya.

“Bagaimana ini, Pakdhe? Apa yang sedang terjadi? Bagaimana kita harus bersikap?”

Laksana permukaan samudera tak berangin, Kiai Umar tak sedikit pun terusik ketenangannya, seolah yang ditanyakan tidak penting sama sekali.

“Orang itu pangkatnya lain-lain, Nak”, suara beliau meluncur ringan, spontan dan alami, seperti suling yang mengeluarkan bunyi saat ditiup, “ada yang pangkatnya memikirkan NU, ada yang pangkatnya mengurusi NU…”, Kiai Umar membuat jeda dengan helaan napas, tapi tidak menyiratkan beban. Hanya mengumpulkan perhatian, “Lha kita ini baru sampai pangkat MENGAMALKAN NU. Ya sudah… bagian kita ini saja kita laksanakan. Mengajar santri, ngopeni orang kampung….Jangan sampai terlalu banyak orang memikirkan dan ngurusi NU tapi langka yang mengamalkannya…”

Sumber: Yahya Cholil Staquf

 

Comments

comments

tags: , , , , ,

Related For Canda Santri: Pangkat NU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *