Berkarya untuk Bangsa (Biografi Ir. KH. Salahudin Wahid)

Friday, April 11th 2014. | Tokoh

Salahuddin-wahid

Sosok tokoh-tokoh pendidikan nasional inisial Tenang Dan low profile , regular tidak HANYA sebagai tokoh-tokoh agamawan, sepak terjangnya di kancah organisasi Dan Politik pendidikan nasional Media Selalu menghiasi Dan cara membuat keberadaannya disegani Diposkan oleh BANYAK Kalangan.

Lahir Bahasa Dari Pesantren

Gus Solah, begitu ‘masyarakat Akrab menyapa beliau, lahir PADA Jum’at 11 September 1942 di Jombang, tepatnya di pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur Bahasa Dari Ibu Nyai Hj. Sholehah Dan ayah KH. Wahid Hasyim. Lingkungan Dan Keluarga pesantren tentu mempengaruhi Karakter Dan Kehidupan keagamaan Gus Solah.

Bahasa Dari Tebuireng untuk Bangsa

Dalam, perjalanannya, Pesantren Tebuireng Bahasa Dari Masa Ke Masa Selalu melahirkan tokoh-tokoh-tokoh-tokoh pendidikan nasional Yang mempunyai Integritas Bangsa membanggakan. Sejarah Kemerdekaan Dan Perjalanan Bangsa Suami regular tidak lepas Bahasa Dari Nama Tebuireng. Tokoh Besar agamawan, Pahlawan Nasional, Presiden, Guru Bangsa adalah sederet Prestasi Tebuireng Yang tentu harus mendapat apresiasi Dan kebanggaan tertinggi. Prestasi terbesarnya mungkin terlihat ketika Tebuireng menjadi Bagian tidak sejarah Bahasa Dari Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama Yang melatarbelakangi perang mempertahankan NKRI di Surabaya PADA 10 November 1945 Diposkan oleh Khadratus Syekh Hasyim Asy’ari.

Nama Ir. KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah) sudah akrab * Bagi ‘masyarakat Negeri inisial. Tokoh Ulama NU sekaligus cucu pendiri NU Hasyim Asy’ari Khadratus Syekh, adik KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) inisial pernah menjadi Wakil Ketua Komnas HAM, anggota MPR-RI, Dan juga menjadi Calon Wapres mendampingi capres Jenderal (Purn) Wiranto Bahasa Dari Partai Golkar Dalam, Pemilu Presiden 2004 Walaupun Dalam, Pemilu HANYA menempati Urutan SIBOR, Gus Solah Tetap. seorang tokoh-tokoh Yang dihormati ‘masyarakat KARENA integritasnya.

Sebagaimana Yang ditulis Diposkan oleh (—- websitetebuireng), terkait masih berlangsung periode kepemimpinan memiliki Pola Yang Khas. Jika PADA awalnya Pola kepemimpinan Tebuireng pajaknya karismatik-tradisional asli, Maka Lambat Laun Berganti menjadi Pola kepemimpinan rasional-masih tradisional. Peralihan Pola kepemimpinan seperti inisial berlangsung secara bertahap sejak era kepemimpinan KH. Hasyim Asy’ari Wire color Kawat warna KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah).

Pola rasional-manajerial juga terlihat PADA SAAT kepemimpinan Tebuireng beralih kepada penggantinya, KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah). Pola kepemimpinan Gus Solah mengacu PADA Pola kepemimpinan kolektif. Tingkat Partisipasi Komunitas CUKUP Tinggi, Struktur keorganisasian Kompleks lebih, pola kepemimpinan regular tidak mengarah kepada Satu individu melainkan lebih mengarah kepada Kelembagaan, Dan mekanismenya diatur secara manajerial.

Dalam, memutuskan persoalan Penting, Gus Solah Selalu berkonsultasi atau meminta masukan Bahasa Dari Pengurus pondok Dan Pengurus Yayasan, kiai Dan tokoh-tokoh ‘masyarakat, alumni Keluarga Serta para senior. Berbeda Artikel Baru Masa kepemimpinan Kiai Hasyim, Yang regular tidak memerlukan Konsultasi Artikel Baru siapapun Dalam, mengambil kebijakan.

Organisasi Nasional Dan Internasional

Sarjana Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) Dan Penulis lepas berbagai media yang sudah terlatih Suami Dalam, keorganisasian, Tahun 1957-1961 sudah Aktif di Kepanduan Ansor. Ketika bersekolah di SMAN 1 Jakarta, beliau menjabat Wakil Ketua OSIS (1961-1962). SAAT menjalai Program strata 1 di ITB, Aktif sebagai Anggota Pengurus Senat Mahasiswa (1963-1964) Dan Bendahara Dewan Mahasiswa ITB (1967). Juga Aktif di Komisariat PMII ITB (1964-1966), menjabat Wakil Ketua PMII Cabang Bandung (1964-1966), Dan Dewan Pengurus Pendaki Gunung Wanadri (1966-1967).

Putra KH. Wahid Hasyim inisial kemudian menjabat Wakil Ketua Komnas HAM (2002-2007), Anggota MPR (1998-1999). Dia pun pernah Aktif sebagai Assosiate Director PERUSAHAAN Konsultan Properti Internasional (1995-1996), Direktur Utama PERUSAHAAN Konsultan Teknik (1978-1997) Direktur Utama Dan PERUSAHAAN Kontraktor (1969-1977). Dan berbagai organisasi pendidikan nasional Dan internasional hanya TOTAL.

Agama Dan Sains

Cita-cita Gus Sholah kepada para santri untuk menjadi Generasi Harapan Bangsa Ulasan Sangat Besar, terlebih para santri Tebuireng Yang diasuhnya.

Tiga Hal PERTAMA Yang disyaratkan Gus Sholah kepada santri, Siswa, Dan Komunitas Ponpes Tebuireng, yaitu bersikap jujur, anti-mengejar ketertinggalan, Dan bersih desa. “* Bagi Saya, jujur ​​adalah kunci Segalanya. * Semua Karakter Unggul regular tidak ADA artinya kalau regular tidak jujur. Kepandaian regular tidak ADA gunanya kalau regular tidak jujur. Yang ADA, HANYA Nantinya Akan menjadi Koruptor Dan menipu Bangsa Sendiri, “ujar Suami Bahasa Dari Nyai Farida Saifudin Zuhri nihil.

Tiga ditempatkan dan itulah Yang diletakkan adik Gus Dur nihil Dalam, mengelola Ponpes Tebuireng. Siapa Yang berbuat salat, dia harus melakukan ‘pengakuan dosa’ di hadapan seluruh Komunitas pesantren Tebuireng seusai Shalat Dhuha. Di Ponpes Tebuireng, Shalat Dhuha dilakukan lebih kurang PADA Pukul 06.45.

Kejujuran Dan * Bagi anti-Gus Sholah mengejar ketertinggalan Penting. Ia regular tidak ingin melahirkan Generasi Muda Pintar, tetapi HANYA pandai menipu atau menyakiti Sesama. Gus Sholah dikenal sebagai Sosok anti-mengejar ketertinggalan. Ia salat seorang aktivis penegakan hak Asasi manusia (HAM) di Indonesia. Ia pun ingin melahirkan Generasi penerus Yang Bisa mengikuti jejaknya membela tertindas orangutan hak-hak.

“Bicara soal penegakan HAM, SAAT Suami Yang menjadi perhatian HANYA hak Sipil Politik. Untuk hak Ekonomi, sisial, dan Budaya Masih belum tersentuh, “ujarnya, mengingatkan seakan Dan memberikan pekerjaan kepada Rumah * Semua orangutan bahwa Masih BANYAK Hal harus dilakukan.

SAAT Suami, ADA Enam institusi Pendidikan di Bawah Ponpes Tebuireng, yaitu SMP, SMA, MTS, MAN, Mualimin, Dan Ma’had Ali. Dua jenjang Pendidikan terakhir adalah jenjang Pendidikan SETARA SMA Dan Perguruan Tinggi * Bagi mereka Yang ingin menjadi ulama. Dua institusi Suami dihidupkan book value Diposkan oleh Gus Sholah SAAT besarbesaran MULAI mengasuh ponpes nihil.

Di Luar ITU, Ponpes Tebuireng juga MEMBANGUN SD Dan SMA sains, regular tidak Jauh Bahasa Dari LOKASI Ponpes Tebuireng. SD inisial dibangun KARENA MEMBANGUN Pendidikan Berkualitas harus dimulai Bahasa Dari Pendidikan ditempatkan dan. Adapun SMA sains, dirintis untuk melahirkan Generasi CAKAP di sains Kepemilikan Modal, Yang bersumber PADA Al Quran. Selama Suami, Ilmu Agama dianggap bertentangan Artikel Baru Ilmu sains. Gus Sholah ingin menepis ITU hal. Bahwa Sains Dan Ilmu Agama Bisa berjalan beriringan. (Kompas, 27 Juni 2013).

Berpikir Dan Berkarya untuk Bangsa

Kebanggaan seseorang kepada Tanah salat udara satunya dilihat Bahasa Dari Karya Dan baktinya, seperti Gus Sholah, orangutan orangutan BANYAK Bahasa Dari sikapnya, lebih BANYAK Bahasa Dari perkataan Dan retorikanya. Selalu bertanya, berpikir, berbuat sebaik mungkin Dan untuk Bangsa. Dikala BANYAK Kalangan beramai-Ramai memperbaiki citra, Gus Sholah adalah segelintir tokoh-tokoh Yang tak terbawa Arus Politik pencitraan Dan eforia Pesta Demokrasi. Wire color Kawat warna tangguhan, SIKAP Dan kebijakannya dihormati, sepak terjangnya di kancah pendidikan nasional Selalu disegani.

Biodata KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) 

Nama: IR. H. SALAHUDDIN WAHID
Lahir: Jombang, 11 September 1942

Ayah: KH Wahid Hasjim
Ibu: Hj. Sholehah

 

PENDIDIKAN:

* Institut Teknologi Bandung (ITB)
* seminar berbagai Mengikuti Dan PELATIHAN Kepemimpinan

 

PENGALAMAN PEKERJAAN:

* Wakil Ketua Komnas HAM (2002-2007)
* Anggota MPR (1998-1999)
* Penulis lepas PADA berbagai media yang (1998-sekarang)
* Assosiate Director PERUSAHAAN Konsultan Properti Internasional (1995-1996)
* Direktur Utama PERUSAHAAN Konsultan Teknik (1978 – 1997)
* Direktur Utama PERUSAHAAN Kontraktor (1969-1977)

 

PENGALAMAN ORGANISASI:

* 1963-1964, Anggota Pengurus Senat Mahasiswa Arsitektur ITB
* 1967, Bendahara Dewan Mahasiswa ITB
* 1964-1966, Komisariat PMII ITB
* 1964-1966, Wakil Ketua PMII Cabang Bandung
* 1973-Sekarang, Anggota Ikatan Arsitek Indonesia
* 1988-Sekarang, Anggota Persatuan Insinyur Indonesia.
* 1989-1990, Ketua DPD DKI Indkindo (Ikatan Konsultan Indonesia)
* 1991-1994, Sekretaris Jenderal DPP Inkindo
* 1994-1998, Ketua DEPARTEMEN Konsultan Manajemen Kadin
* 2002-2005, Anggota Dewan Pembina YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
* 1999-2004, Ketua PBNU
* 2000-2005, Ketua MPP ICMI
* 1995-2005, Anggota Dewan Penasehat ICMI
* 2002-2005, Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
* 2000-Sekarang, Ketua Badan Pendiri Yayasan Forum Indonesia Satu.
* 1993-Sekarang, Anggota Pengurus IKPNI (Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia)
* 1985, 1999 Pendiri, Sekretaris Yayasan Wahid Hasyim
* 2006-Sekarang, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang
* 2009-Sekarang, Dewan pembinan Yayasan Hasyim Asy’ari .

 

Bahasa Dari berbagai Sumber.

HR Umar Faruq

Comments

comments

tags: ,

Related For Berkarya untuk Bangsa (Biografi Ir. KH. Salahudin Wahid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *