Berjumpa dengan Sang Junjungan

Tuesday, April 24th 2018. | Aswaja

Berjumpa dengan Baginda Nabi Saw. adalah nikmat yang luar biasa. Pertemuan itu akan menutup lubang rindu yang selama ini menganga dalam diri seorang hamba. Sayangnya perjumpaan tersebut tidak pernah bisa direncanakan. Hanya orang-orang yang mendapat anugerah dan karamah Allah, baik orang-orang khas maupun orang-orang amm, yang bisa berjumpa dengan beliau.

Saat itulah, orang-orang khas mendapat kemuliaan, sedangkan orang-orang amm biasanya menerima petunjuk dari beliau. Ihwal perjumpaan dengan Rasulullah Saw. dalam keadaan terjaga seringkali dipertentangkan oleh sebagian orang. Tidak masuk akal bila seseorang yang terjaga bisa menjumpai Rasul. Menurut mereka, beliau sudah disemayamkan di dalam bumi serta tidak bisa bangkit untuk sekadar menemui umatnya.

Para ulama mengatakan bahwa sangat mungkin melihat atau bertemu dengan Nabi Saw. setelah wafatnya. Ketika ditanya, Ibnu Hajar al Haitami menjawab bahwa hal demikian bisa saja terjadi. Banyak ulama yang telah mengantongi kemuliaan untuk berjumpa dengan beliau. Mereka memetik ilmu dan hikmah dari beliau secara langsung.

Imam Syuyuthi rahimahullah berkata, “Dari banyak hadits bisa dimengerti bahwa Nabi Saw. hidup, baik  jasad maupun ruhnya. Beliau berhak melakukan apa pun yang dikehendaki di muka bumi dan di alam malakut. Kondisi beliau masih sebagaimana sebelum wafat, hanya saja beliau tidak terlihat oleh mata sebagaimana malaikat. Apabila Allah berkehendak menghilangkan hijab bagi orang yang dimuliakan-Nya, tentu dia bisa melihat beliau.”

Nabi muhammad Saw. hidup di dalam makamnya. Beliau mendengar shalawat dan salam orang-orang yang membacanya. “Tak satu pun dari kalian mengucapkan salam kecuali Allah akan mengembalikan ruh kepada jasadku, sehingga aku akan menjawab salamnya.” Sabda beliau. Kata “ruh” pada hadits ini mempunyai arti “makna ruh”, yakni bisa merasakan salam dari umatnya.

Namun, sebagian ulama mengatakan, “Ruh akan terus bersemayam pada jasadnya karena tidak ada sedikit pun waktu kosong dari ucapan salam dari umat kepada beliau. Sehingga, beliau selamanya hidup di sana.” Kehadiran Nabi Saw. di beberapa tempat juga sangat dimungkinkan. Beliau pernah bersabda:

مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ وَلَا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي

Artinya: Barang siapa yang melihatku di dalam mimpi, maka dia akan melihatku saat terjaga, dan setan tidak berubah wujud menyerupaiku. (H.R. Bukhari)

Hadits ini menjadi dalil paling kuat bahwa Nabi bisa berada di mana pun. Bagaimanapun, Nabi Saw. bisa menemui orang yang diberi kemuliaan untuk melihat beliau, baik di bagian bumi sebelah barat maupun timur, meskipun dalam satu waktu.

[Muslimin Syairozi]

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Berjumpa dengan Sang Junjungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *