Bantal Boneka

Friday, September 25th 2015. | Konsultasi

images                                                                               

Bantal Boneka

Assalamu’alaikum. KH Qahwanul Adib yang kami muliakan. Saya berumur 18 thn. apakah saya boleh mempunyai boneka, tapi saya buat bantal? terima kasih. mohon penjelasannya. sepuntenu ganggu. kulo nyuwun sanget & mohon jawaban kale penjelasan panjenengan., matur suwun sanget sakderenge.

Ida, Sidoarjo +6285707245XXX

 

Jawaban:

Walaikum salam wr.wb. Saudari Ida yang dimuliakan Allah SWT. Saya teringat dengan kisah Sunan Kalijaga. dakwah beliau dengan menggunakan wayang kulit yang sempat menuai kritikan dari Sunan Giri dan sunan lain yang sepihak. Beberapa sunan menggangap bahwa wayang kulit itu dilarang oleh syariat. Dan itupun juga di sadari oleh Sunan Kalijaga. Namun Kanjeng Sunan Kalijaga lebih mengutamakan unsur dakwah yang terdapat wayang kulit yang saat itu memang menjadi hal yang di gandrungi oleh masyarakat. Hingga akhirnya, mereka melakukan musyawarah. Dan dari musyawarah itu, beliau mengambil keputusan untuk merubah model dan bentuk wayang-wayangnya pada bentuk yang tidak bisa hidup bila di masuki ruh.

Di sebutkan dalam hadis Imam Muslim yang di riwayatkan dari Zaid bin Khalid, dari Abi Thalhah, “Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah, yang di dalamnya terdapat anjing dan patung atau gambar.” Alasannya sangat jelas, karena hal itu termasuk kezaliman, yakni adanya unsur membuat perkara sebagaimana apa yang telah di buat Allah Yang Maha Esa. Nabi pernah besabda bahwa kelak pada hari kiamat, akan dikatakan pada orang-orang yang menggambar, “Hidupkanlah apa yang telah kalian buat.” Di samping itu, juga adanya unsur tasyabbuh (penyerupaan) terhadap berhala orang-orang kafir.

Sebagaimana wayang dan gambar, boneka juga demikian. Namun  lukisan, pahatan atau boneka yang dilarang adalah jika lukisan tadi mencapai bentuk yang bisa di masuki ruh, yakni berupa lukisan manusia dan hewan yang utuh. Berbeda halnya dengan lukisan atau patung tersebut berupa pohon atau bunga, maka di perbolehkan. Dari kaedah inilah, jika seseorang menjumpai ada patung atau boneka yang memiliki ruh, maka dia harus menghancurkannya sampai ke bentuk yang tidak memungkinkan untuk hidup bila di masuki ruh sebagaimana yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga, yakni dengan memotong kepalanya, perutnya, dadanya, atau dengan melubangi perutnya.

Namun boneka atau lukisan tersebut diperbolehkan bagi anak perempuan untuk mainan atau diperuntukkan untuknya dengan tujuan mengajari Seperti yang di lakukan oleh Sayyidatuna ‘Aisyah.

Kemudian mengenai batasan anak perempuan kecil yang di perbolehkan boneka baginya, adalah perempuan yang belum baligh, atau anak yang sudah baligh yang masih butuh boneka tadi, ini menurut Imam Ibnu Hajar. Karena secara umum anak seusia itu bisa merangsang dirinya, dan memperoleh banyak pelajaran dari boneka mainannya.

Refrensi: Inarat ad-duja: 2392. Fath al-Bari[10]: 5433. Fiqh as-Sunnah[3]: 3294. Hasyiyah al-Adawy [2]: 4245. Mausu’ah al-Fiqhiyyah [8].  

 

 

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , ,

Related For Bantal Boneka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *