Bangunan Masa Depan Anak Kita

Monday, February 1st 2016. | Keluarga

 

foto anak laki-laki berdoa

Siang itu saya mengajak anak untuk keluar dari rumah menuju jalan raya di depan perumahan. Masih berjalan sekitar tiga ratus meter, anak saya sudah minta  pulang. Tentu saja siang itu sangat panas,terik matahari membuat sekujur tubuh  terasa diguyur air, begitu pula anak saya. Dari kepalanya bagian atas mengucur bulir-bulir keringat yang membasahi dahi dan sebagian wajahnya.

Siang itu suhu udara mencapai 38 Derajat Celsius, cukup terik hingga panasnya menyengat kulit. Akhirnya kami mengurungkan niat meneruskan perjalanan lalu kembali ke rumah. Sesampai di rumah anak kami langsung menuju ke kulkas untuk mengambil air dingin. Melihat jeruk mandarinterdapat pintu kulkas, ia melupakan airnya dan  langsung mengambil jeruk tersebut. Ia mulai memegang-megang jeruk tersebut dan terlihat sangat berhasrat untuk segera menikmatinya. Sejenak kemudian saya ambil jeruk tersebut dari tangannya dan saya  belah simetris  menjadi dua potong.  Bagian potongan pertama langsung saya peras ke mulut anak saya yang menengadah dan terbuka sejak tadi, kucuran air jeruk tersebut secara perlahan membasahi lidah dan tenggorakan anak saya. Kemudian saya ambil potongan kedua, lalu kembali saya teteskan pada lidah dan mulut anak saya. Dan tiba-tiba saya terbangun dari mimpi saya.

Mari kita rasakan pada lidah dan tenggorokan kita seusai membaca cerita di atas. Ada sedikit tambahan air liur seusai membaca cerita di atas, padahal itu hanya cerita dan cerita itu hanyalah cerita mimpi. Namun cerita di dalam mimpi tersebut telah cukup mampu menggerakkan syaraf-syaraf air liur untuk mengeluarkan lebih cepat.

Mimpi mendorong seseorang untuk menggerakkan syaraf dalam tubuhnya untuk berfikir, bergerak, dan berjuang kearah sesuatu yang kita impikan. Inilah mekanisme pada tubuh kita saat kita mempunyai keinginan dan impian. Mekanisme ini akan semakin kuat jika mampu membayangkan apa yang kita impikan, kita tulis, kita sampaikan kepada orang-orang yang baik disekitar kita, kita mulai melaksanakannya, dan kita mendoakannya

Pernahkah  sebagai orang tua kita bermimpi memiliki sosok seorang anak yang ideal? Seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim, yang bermimpi kelak anaknya termasuk orang-orang sholeh. Kemudian keinginannya tersebut dituang dalam sebait doa dan diabadikan dalama Quran “ Ya Tuhanku, berilah aku anak yang termasuk orang-orang yang sholeh,” Qs. As-Saffaat (37):100.

Rangkaian Nama Bayi Laki-Laki Islam

Orang tua yang memiliki impian tentang sosok anakanya. Akan seperti apa anaknya kelak, jadi seperti apa nanti dua puluh tahun akan datang.  Secara otomatis akan berfikir tindakan apa yang akan diambil, jalan mana yang akan ditempuh agar anaknya kelak jadi seperti apa yang diimpikannya. Karena dengan membangun impian tersebut ada energi yang mampu mendorong otak untuk berfikir, memberi rangsangan kuat pada jiwa untuk bergerak dan berkreativitas untuk mencapai impian.

Jelas akan berbeda dengan orang tua yang sama sekali tak memiliki impian tentang sosok anaknya kelak nanti. Respon jiwa maupun fisinya akan jauh berbeda. Orang tua yang tak memiliki sosok impian anaknya seperti apa, cenderung akan mengalir, hanya mengikuti rutinitas hidup dalam mengasuh dan mendidik anaknya. Padahal tangtangan zaman yang akan dihadapi anak kita akan jauh lebih berat dari sekrang.

Seperti doa yang dilantunkan Nabi Ibrahim tentang harapan pada anak keturunannya kelak “ Tuhanku jadikanlah aku orang yang mendirikan sholat demikian pula anak turunanku,”(Qs. Ibrahim (14):40 ). Inilah sebuah kata dari jiwa orang tua yang memiliki impian tentang sosok anaknya. Nabi Ibrahim bermimpi keturunannya termasuk orang – sholeh maka Ia berdoa dengan fokus dan detail agar anak keturunannya Allah jadikan mereka bisa mendirikan sholat, karena orang yang menjaga sholatnya tentu mereka adalah orang-orang yang sholeh.

Mulailah memiliki impian tentang sosok anak kita kelak. Diskusikan antara suami dan istri ingin seperti apa bangunan masa depan anak. Kemudian hasil diksusi tersebut tuang dalam tulisan. Kuatkan dalam hati, pikir dan jiwa Anda hal itu sebagai sebuah visi kehidupan anak  yang harus diperjuangkan ditengah kesibukan.

Perkuat visi tersebut dengan langkah-langkah yang jelas, kemudian serahkan seluruhnya kepada Allah dan berdoalah. Semoga Allah meridhoi semua usaha dan mengabulkan keinginan kita memiliki anak yang sholeh-sholeha, cerdas, kreatif, dan tetap istiqomah di jalan-Nya. Amiin.

 

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Bangunan Masa Depan Anak Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *