Azab Ulama Fitnah

Wednesday, May 16th 2018. | Tokoh

Ceramah Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan, mengajarkan kepada kita untuk lebih teliti memilih ulama sebagai sumber hukum. Mengingat, akhir-akhir ini, banyak khutaba’ (penceramah) yang justru mengajak umat Islam untuk saling membenci. Padahal, agama Islam sekali pun tidak pernah mengajarkan kekerasan. Manusia senantiasa didorong untuk hidup berdampingan secara rukun dan harmonis.

Beliau menuturkan sebuah hadits yang menerangkan tentang ulama fitnah dan balasannya di akhirat. Berikut merupakan kutipan dari apa yang disampaikannya dalam Majlis Darul Murtadza di Masjid Muadz bin Jabal, Kuala Lumpur.

“Tatkala malam isra’ dan mi’raj, aku (Nabi Muhammad Saw) melewati sekelompok kaum. Aku melihat sebagian dari mereka menggunting bibir dengan gunting (yang terbuat) dari api neraka. Setiap kali dipotong kembali seperti semula. Begitu seterusnya tiada henti. Kemudian Nabi bertanya kepada Jibril, “Siapa mereka? Pelajaran apa yang dapat kuambil dari kejadian ini?.” Kemudian Nabi betanya kepada mereka, “Siapa kalian?” Mereka menjawab, “Dahulu kami mengajak orang kepada kebaikan, tetapi kami tidak melakukan kebaikan itu. Kami melarang orang-orang untuk melakukan kejahatan, tetapi kami justru melakukan kejahatan itu.” Dalam riwayat yang lain disebutkan, Malaikat Jibril menjawab, “Mereka adalah penceramah-penceramah yang membawa fitnah dari umatmu.”

“Lalu siapakah ulama fitnah itu? Mereka adalah orang-orang yang dalam ceramahnya mengajarkan manusia untuk saling membenci, menyimpan dengki, iri, hasud, mencaci maki, mengkafirkan, menilai orang lain sebagai munafik, menghalalkan darah sesama, memutuskan silaturrahmi, serta berprasangka buruk. Padahal, mereka sama-sama mengucapkan laailaha illa Allah. Mereka berceramah untuk semua kebencian itu.”

Comments

comments

tags: , ,

Related For Azab Ulama Fitnah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *