Ashab ar-Rass dan Nabi yang Dilempar ke Dalam Sumur

Monday, March 10th 2014. | Qur'an

وَعَادًا وَثَمُودَ وَأَصْحَابَ الرَّسِّ وَقُرُونًا بَيْنَ ذَلِكَ كَثِيرًا (38) وَكُلا ضَرَبْنَا لَهُ الأمْثَالَ وَكُلا تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا (39)

Dan (kami binasakan) kaum ‘Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut. Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan dan masing-masing mereka itu benar benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya. (Al Furqon 38-39)

 zamzam

Asal Mula Nama Rass

Kata Ashabur Rass dalam Alquran disebutkan sebanyak dua kali, yang pertama dalam ayat diatas dan yang kedua disebutkan dalam Surat Qof ayat 12. Tentang Rass itu sendiri terdapat beberapa pendapat ahli tafsir. Secara bahasa Rass adalah sumur atau lubang tanah yang yang ditutup dengan bebatuan. Ada yang mengatakan sumur tersebut adalah milik Kabilah Tsamud. Adapaun ta’wil tentang Rass ada yang mengatakan Rass sendiri adalah nama desa dari beberapa desa Kabilah Tsamud sehingga mereka juga dikenal dengan Ashabur Rass. Ta’wil ini bersumber dari Al Qosim ia bercerita dari Al Husain dan Hajjaj dari Ibnu Juraij bahwa Ibnu Abbas berkata : Asabur Rass adalah sebuah desa dari kelompok Tsamud.

Dalam ta’wil kedua Rass adalah nama sebuah desa di Yamamah yang lebih dikenal dengan nama Falaj. Ta’wil ini bersumber dari Yunus bin Abdul A’la ia bercerita dari Ibnu Wahb, ia bercerita dari Jarir bin Hazim bahwa Qotadah berkata Ar Rass adalah sebuah desa di Yamamah yang disebut dengan Falaj, mereka adalah pengikut Yasin.

Ta’wil yang ketiga, Rass adalah nama sebuah sumur di daerah Azerbaijan, ta’wil ini bersumber dari Ibnu Abi Hatim, ia bercerita dari Ahmad bin Amr bin Abi ‘Ashim an Nabil, ia bercerita dari Abu ‘Ashim Dhohhak bin Makhlad, ia bercerita dari Syabib bin Bisyr dari Ikrimah dari Ibnu Abbas tentang ayat Wa Ashabar Rass. Ibnu Abbas berkata : Rass adalah nama sumur di daerah Azerbaijan.

Ta’wil keempat, Rass adalah nama sebuah sumur dimana seorang Nabi dilemparkan dan dibuang oleh kaumnya ke dalamnya. Ta’wil ini bersumber dari Ibnu Basyar ia bercerita dari Abdurrahman, ia bercerita dari Sufyan dari Abu Bakar dari Ikrimah ia berkata : Rass adalah nama sebuah sumur dimana para kaumnya melemparkan nabi yang diutus. (Tafsir At Thobari 19/269-280, Ibnu Katsir 6/111, Atlas Alquran 125)

Yang Pertama Masuk Surga

Menguraikan riwayat tentang ta’wil keempat, Ibnu Hamid meriwayatkan dari Salamah dari Muhammad bin Ishaq ia meriwayatkan dari Muhammad bin Ka’ab al Qurodli dia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya orang yang pertama kali masuk surga pada hari kiamat adalah seorang budak hitam. Hal itu dikarenakan Allah Swt mengutus satu nabi ke sebuah desa, dimana tidak ada satu pun penduduknya mau beriman, kecuali seorang budak berkulit hitam.

Kemudian penduduk desa yang geram dan terusik oleh dakwah sang nabi memutuskan untuk menggali sumur dan melemparkan sang nabi ke dalamnya. Bukan hanya itu, mereka juga menutup mulut sumur dengan batu yang sangat besar.

Adapun budak hitam yang beriman tersebut, ia mempunyai kebiasaan mengumpulkan kayu bakar di hutan, setelah mendapat kayu yang cukup ia menjualnya ke pasar dan hasilnya dibelikan makanan dan minuman. Setelah itu dia mendatangi sumur tempat nabi dilemparkan. ia lalu mengangkat batu penutup mulut sumur dengan pertolongan dari Allah. Kemudian ia menurunkan makanan dan minuman tersebut untuk nabi tersebut, lalu meletakkan dan memasang kembali batu penutup tersebut seperti semula.

Rasulullah Saw bersabda: itu adalah sesuatu yang telah dikehendaki Allah terjadinya.

Kemudian pada suatu hari budak hitam tersebut melakukan kebiasaannya mencari dan mengumpulkan kayu bakar, setelah selesai mengumpulkan kayu dalam jumlah yang cukup. Ketika hendak membawa kayu tersebut ke pasar, budak tersebut merasakan kantuk yang sangat, akhirnya dia merebahkan dirinya dan tidur. Lalu Allah Swt menidurkan budak tersebut selama tujuh tahun dengan posisi semula, lalu dia bergerak berpindah posisi ke sisi lain selama tujuh tahun pula.

Setelah itu dirinya terbangun dan mengangkut kumpulan kayu bakarnya, budak tersebut berprasangkah hanya tidur sejenak saja. Lalu ia pergi ke pasar dan menjual kayu bakarnya serta membeli makan dan minuman sebagaimana biasa. Setelah itu dirinya mendatangi sumur tempat dilemparkannya nabi, namun ternyata dirinya tidak menemukan nabi tersebut.

Sebelumnya telah terjadi sebuah peristiwa yang menimpa kaumnya, lalu mereka semua sepakat mengeluarkan nabinya dari dalam sumur serta beriman dan membenarkan nabinya.

Nabi Saw bersabda: lalu Nabi kaum tersebut menanyakan keberadaan budak tentang apa yang dilakukannya? Kaumnya menjawab: Kami tidak tahu. Sampai Allah mencabut ruh nabi tersebut. Setelah wafatnya Nabi tersebutlah Allah membangunkan si budak hitam tersebut dari tidurnya. Rasulullah Saw bersabda: Budak hitam tersebut adalah orang yang pertama kali masuk surga. (Tafsir Ibnu Katsit 6/111, Al Alusi 14/97, At Thobari 19/269, Al Qurthubi 13/32).

Dari riwayatkan ini terdapat sebuah kemusykilan antara persambungan ayat dan riwayat ini. Dalam ayat diatas Ashabur Rass dimusnahkan Allah dan riwayat ini menerangkan mereka telah beriman. Imam Ibnu Jarir At Thobari menguraiakan, kemungkinan besar para kaum tersebut beriman setelah Allah menurunkan adzab kepada nenek moyang mereka, sehingga akhirnya sisa-sisa dari kaum tersebut beriman dan mengeluarkan Nabinya dari dalam sumur. (Tafsir Ibnu Katsir 6/112, Al Alusi 14/97). Wallahu A’lam.

Oleh: Ahmad Farikhin

Comments

comments

tags: , ,

Related For Ashab ar-Rass dan Nabi yang Dilempar ke Dalam Sumur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *