Allah Menunggu Taubat Kita

Thursday, July 26th 2018. | Uncategorized

Sungguh, Allah membentangkan rahmat bagi setiap hamba agar bisa dekat kepada-Nya. Pintu rahmat telah terbuka. Anugerah-Nya meluap-luap. Semuanya Dia berikan kepada orang-orang yang mau bertaubat dan kembali pada jalan yang dikehendaki. Dia memerintahkan hamba-Nya untuk bertaubat. Pada waktu malam, Dia menunggu taubat orang-orang yang melakukan dosa pada siang hari. Adapun saat tiba waktu siang, Dia menanti taubat orang-orang yang melakukan kenistaan pada malam hari.

Allah Swt. menerima taubat hamba-Nya dengan penuh rasa senang, melebihi keriangan orang yang berkelana di Padang Sahara yang kehilangan kendaraan dan perbekalan. Orang itu telah berputus asa, seakan melihat kematian. Namun, tiba-tiba kendaraan dan perbekalannya muncul di depan mata. Saking senangnya sampai-sampai ia salah berucap, “Ya Allah, Engkau hambaku dan aku tuhanmu.”

Nabi Saw. bersabda:

اِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ حَتَّی تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

Artinya: Sesungguhnya Allah azza wa jalla membentangkan tangannya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat buruk pada siang hari. Dan membeberkannya kembali pada siang hari untuk menunggu taubat orang yang berbuat buruk pada malam hari. (H.R. Muslim)

Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al-Hasani menyatakan bahwa termasuk keutamaan umat ini adalah taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh bisa mengangkat derajat mereka menuju kesempurnaan dan keagungan. Dari hari ke hari, derajat mereka akan senantiasa meningkat.

Dikisahkan oleh Imran bin Husain ra., bahwa seorang wanita dari Juhainah datang kepada Rasulullah Saw. dalam keadaan mengandung janin hasil zina. Dia berkata, Wahai Rasulullah, aku telah melewati batas, maka hukumlah diriku. Lalu nabi memanggil wali perempuan tersebut. Beliau berkata, Tetaplah bersikap baik pada wanita ini. Ketika dia sudah melahirkan, maka bawalah kepadaku. Orang itu pun melakukan perintah Nabi.

Beliau menyuruh sahabat untuk mengikat perempuan tersebut, merajamnya, kemudian menshalatkannya. Mendengar hal ini, Umar ra. berkata, Apakah dia juga dishalati, padahal dia pelaku zina? Nabi berkata, “Sungguh dia telah bertaubat dengan sungguh-sungguh. Seandainya taubatnya dibagi kepada tujuh puluh penduduk Madinah maka tetap mencukupi mereka. Apakah kamu pernah menjumpai orang yang lebih utama daripada mereka yang berusaha memperbaiki diri karena Allah Swt? (H.R. Muslim)

Mereka yang bertaubat dengan sungguh-sungguh adalah orang yang bersih dari dosa yang telah dikerjakan. Allah seolah membuat para malaikat lupa dengan keburukan yang telah dicatat. Raga mereka juga seakan lupa pernah berbuat dosa, sehingga kelak di hari kiamat tak lagi dijumpai saksi atas dosanya. Orang yang bertaubat itu seperti orang yang tak berdosa.

[Muslimin Syairozi]

Comments

comments

tags: , , , , , ,

Related For Allah Menunggu Taubat Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *