AL KHAWARIZMI BAPAK MATEMATIKA, PENEMU ANGKA NOL

Friday, May 13th 2016. | Uswatun Hasanah

Muhammad_ibn_Musa_al-Khwarizmi

AL KHAWARIZMI

BAPAK MATEMATIKA, PENEMU ANGKA NOL

 

Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Lebih akrab dikenal Al Khawarizmi dengan menisbatkan namanya pada tempat kelahirannya yaitu Khwarizm (Khiva) provisi Khurasan, yang kini adalah Xorazm, Uzbekistan. Tokoh muslim ini dikenal sebagai seorang ahli matematika, astronomi, dan geografi. Banyak versi tentang masa kahidupannya, salah satunya mengatakan ia lahir pada era Abbasiyah pada masa kepemimpinan khalifah Al Ma’mun, sekitar tahun 780 H. dan meninggal pada tahun 850 H atau sumber lainnya 847 H. di Baghdad. Ada sumber lainnya mengatakan ia hidup pada tahun 194 H dan meninggal pada tahun 266 H. Saat ia masih kecil, orang tuanya berpindah dari Uzbekistan ke Irak dan Al Khawarizmi belajar matematika dan ilmu alam di sana.

Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan. Ilmu pengetahuan berkembang pesat pada era Abbasiyah. Di bawah pimpinan Khalifah Al Ma’mun berdiri sebuah Sekolah Kehormatan di Baghdad, Al Khawarizmi menghabiskan hampir seluruh masa hidupnya dengan bekerja sebagai tenaga pengajar di sana. Ia juga dipercaya memimpin perpustakaan Khalifah dan mendapatkan akses bebas untuk membaca berbagai buku. Kemampuannya menguasai beberapa bahasa asing yakni, Arab, Sanskerta, dan Yunani membantunya memahami dan memperdalam pengetahuannya tentang ilmu matematika dan astronomi dari sumber aslinya, tanpa bergantung pada penterjemahan.

Oleh para Ilmuwan Barat, ia dikenal dengan nama al Cowarizmi, al Ahawizmi, al Karismi, al Goritmi, al Gorism, dan beberapa cara ejaan lain. Nama Algoritma diadopsikan dari namanya. Tidak kurang apresiasi dan pujian yang dilontarkan oleh para ilmuwan Eropa, mereka menyebutnya sebagai seorang ilmuan muslim terbesar dan terbaik. Ilmuan jenius ini disebut juga sebagai tokoh terbesar pada masa keemasan Baghdad (Golden age).

Al Khawarizmi terkenal dengan teori algoritma dan Aljabar atau Aritmatika (ilmu hitung). Saat itu Aljabar menggunakan angka-angka Arab. Aljabar diambil dari kata depan judul buku Al-Jabr wa al-Muqobalah karya Al Khawarizmi. Ia mengupas detail dan merumuskan Tabel Trigonometri. Ia berjasa dalam mengembangkan ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integral (kalkulus integral). Tabel ukur sudutnya banyak menjadi rujukan. Salah satu karyanya memuat Cos, Sin, dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri. Atas beberapa karya dan kontribusinya, ia dianggap sebagai tokoh paling penting dalam sejarah perkembangan ilmu matematika, terutama Aljabar.

Al Khawarizmi mengethengahkan karyanya Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-isāb al-Hind, dalam versi latin berjudul Algoritmi De Numero Indorum. Karya ini dikenal dikenal pelajaran pertama yang ditulis menggunakan sistem bilangan desimal, merupakan titik perkembagan matematika dan sains. Ia dikenal sebagai penemu angka 0 (nol). Sebuah notasi angka yang tidak bisa berdiri di depan dan selalu mengikuti bilangan lain, kecuali dalam penulisan angka desimal. Beberapa tahun sebelumnya para ilmuan hanya mengenal angka 1 – 9. Sampai Al Khawarizmi memperkenalkan angka nol. Notasi bilangan arab lainnya yang dikenalkan juga oleh Al Khawarizmi tidak terlalu signifikan dibanding notasi nol digit. Tanpa keberadaan bilangan nol, kolom dalam satuan puluhan, ratusan, dan selanjutnya akan memerlukan satu satuan bilangan yang sesuai fungsinya. Notasi bilangan nol disimbolkan dengan sebuah ruang kosong dan merupakan salah satu temuan matematika terbesar yang selanjutnya membuka jalan bagi konsep penulisan bentuk positif dan negatif dalam Aljabar.

Al Khawarizmi adalah sahabat dekat khalifah Al Ma’mun, hampir sebagian besar tulisannya tentang astronomi dan aljabar didedikasikan untuk khalifah dan ia mendapatkan banyak perhatian dan penghargaan dari khalifah. Al Khawarizmi ikut andil dalam beberapa proyek Al Ma’mun, salah satunya pengukuran panjang satu derajat lingkar bumi. Ia juga berandil penting dalam proyek pembuatan Peta Dunia atas permintaan Al Ma’mun, yang terkenal dengan pembuatan Peta Ptolemy bersama 70 ahli geografi lainnya.

Pada masanya, seseorang tidak berhak disebut sebagai seorang ahli matematika sampai ia berhasil memberikan sebuah koresi atau kritik terhadap beberapa karya dan teori yang telah dirumuskan oleh para ahli matematika terdahulu. Para ilmuan berlomba-lomba menghitung kembali ketinggian gunung atau kedalaman lembah, jarak antara dua objek, atau semacamnya, guna menemukan satu hal yang dapat dipresentasikannya. Al Khawarizmi menganalisa dan mengkoreksi kesalahan yang terdapat dalam sebuah tulisan Diophantus dari Yunani (250 SM). Ia merumuskannya kembali dan mengembangkannya. Ia menambahkan beberapa rumus lain seperti segitiga, dan menyusun daftar logaritma.

Karyanya banyak diterjemahkan kedalam bahasa latin. Lalu diterjemahkan lagi kedalam bahasa Cina. Beberapa universitas di Eropa menggunakan buku karya Al Khawarizmi sebagai bahan acuan dan buku pelajaran untuk para mahasiswa hingga pertengahan abad XVI. Mungkin dunia Barat mengenal Leornardo Fibonacci sebagai Ahli Aljabar yang popular tetapi sebenarnya pemikirannya banyak diperngaruhi oleh pemikiran Al Khawarizmi.

Karya-karya besar Al Khawarizmi antara lain:

  1. Al Jabr wa al Muqobalah (diterjemahkan bahasa latin dengan judul Liber algebrae et almucabala. Memuat penyelesaian linear dan kuadrat dengan menyederhanakan persamaan menjadi salah satu dari enam bentuk standar.)
  2. Dixit Agorizmi (tentang aritmatika yang bertahan dalam bahasa latin, tetapi naskah Arabnya telah hilang. Translasinya dilakukan pada abad ke-12 oleh Adelard of Bath. Kemungkinan nama kitab aslinya adalah Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-isāb al-Hind)
  3. Kitab surat al-ard (memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia, dengan mengevaluasi nilai panjang Laut Mediterania dan lokasi kota-kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.)
  4. Zij Al Sindhind (karya tentang astronomi yang meuat 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomical dan data astrological sebaik data yang diakui sekarang. Naskah arabnya hilang, tetapi versi Latin masih dipertahankan.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

comments

tags: , , , , , , , , , , , ,

Related For AL KHAWARIZMI BAPAK MATEMATIKA, PENEMU ANGKA NOL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *