Meraih Kembali Islam di Eropa

Tuesday, January 28th 2014. | Jejak Utama

islam eropaDisebutkan pula bahwa dalam 15 tahun terakhir sekitar empat ribu gereja terpaksa di tutup dan di jual atau di alihfungsikan karena sepi pengunjung.

 

Dalam surat yang dikirim tahun lalu itu, Louis memperingatkan Paus akan kemungkinan jatuhnya Eropa ketangan umat islam di masa mendatang.

…pada tahun 1973 penduduk muslim dunia sekitar 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 milyar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunia beragama islam.

*)Tulisan ini diadaptasi oleh Dr. Dhiyauddin Quswandi dan Muhammad Hasyim dari analisis Dr Halim As-Shidiqi (Direktur Yayasan “Crescent” London, United Kingdom). Tulisan yang pernah diterbitkan bulletin “Islam is Our Choice” ini telah dicetak ribuan eksemplar dan didistribusikan ke berbagai Negara komunitas muslim eropa.

Saat ini jumlah populasi Muslimin dunia tercatat mencapai satu setengah miliar jiwa atau sekitar 23% dari seluruh penduduk bumi. Umat Islam tersebar di lebih dari 120 negara. Dari seluruh Negara di dunia, Indonesia menempati urutan teratas jumlah populasi Muslim terbanyak dengan lebih dari 200 juta jiwa.

Peningkatan populasi umat Islam tidak bisa lepas dari kian membaiknya indeks kesehatan di Negara-ngara Islam yang di sertai dengan menurunnya angka kematian bayi. Banyak pakar yang meyakini bahwa Negara-negara Barat menutup mata dari membaiknya kondisi kesehatan dan kemajuan kedokteran di Negara-negara Muslim sehingga mengaitkan pertumbuhan pesat populasi Muslim Dunia dengan peningkatan angka kelahiran semata. Padahal, keberhasilan Negara-negara Islam dalam menekan angka kematian  bayi merupakan faktor yang sangat signifikan.

Contoh meningkatnya populasi muslim, bisa kita lihat di Negara yang berideologi atheis-komunis, Rusia. Pendataan yang di lakukan tahun 1989 menunjukan bahwa populasi warga Muslim Rusia tercatat sebanyak 12 juta jiwa atau 8% dari total kependudukan Negara itu. Sementara pada tahun 2002 dicatat peningkatan populasi warga Muslim menjadi lebih dari 14 juta jiwa. Sejumlah sumber tak resmi bahkan menyebutkan angka yang mencapai 20 juta jiwa. Tahun 2005, Ketua Dewan Mufti Rusia Ainuddin mengatakan bahwa jumlah warga muslim di Rusia mencapai 23 juta jiwa. Di perkirakan bahwa salah satu faktornya adalah imigrasi warga Muslim dari Negara-negara Muslim bekas Uni Sofiet ke Rusia. Dengan demikian, Islam menempatkan diri sebagai Agama mayoritas kedua di Rusia.

Data tahun 1991 menyebutkan adanya 300 masjid di Rusia. Jumlah ini meningkat menjadi 8000 masjid pada saat ini. Ketika Uni Soviet runtuh dan Republik Federasi Rusia terbentuk, tidak ada satupun pusat pendidikan Agama Islam di sana. Namun kini minimal ada 50 sampai 60 sekolah Islam yang memberikan pendidikan Agama kepada lebih dari lima ribu pelajar Muslim. Tahun 1991, hanya 40 warga Muslim Rusia yng menunaikan Ibadah Haji. Akan tetapi angka itu meningkat menjadi 13.500 orang pada tahun 2005.

Contoh lain adalah Amerika. Pada abad 19, kelompok-kelompok Muslim di datangkan ke Amerika untuk menggarap pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa di lakukan oleh orang-orang keturunan Eropa. Setelah berakhinya perang saudara di Negara itu dan sebelum pecahnya perang Dunia I, pemerintah Amerika  mendatangkan orang-orang Arab dari Suriah, Lebanon, Jordania dan Palestina untuk bekerja di sana.

Setelah berakhirnya perang Dunia I yang di susul dengan runtuhnya imperium Utsmani terjadi gelombang kedua imigrasi orang islam ke Amerika. Gelombang ketiga imigrasi di mulai pada tahun 1930. Saat itu, berdasarkan undang-undang keimigrasian Amerika warga Muslim berhak untuk mengundang sanak keluarganya berhijrah ke Amerika.  Gelombang keempat imigrasi terjadi paska perang Dunia II dan berlanjut sampai decade 1960.

Gelombang kelima imigrasi berbarengan dengan terjadinya transormasi di tingkat global, kemelut di sejumlah Negara Islam  dan keterbatasan yang didapat di benua Amerika. Imigrasi gelombang, umumnya terjadi dengan tujuan wilayah Amerika Utara dan Amerika Serikat. Imigram Muslim terbanyak pada periode ini berasal dari Pakistan, Bangladesh, Afganistan, Iran, Indonesia, Malaysia, India, Negara Arab, palestina, Turki dan Afrika Utara.

Saat ini populasi warga Muslim di AS diperkirakan berjumlah minimal enam juta dan maksimal sepuluh juta jiwa. Tingkat kecenderungan untuk memeluk islam di Amerika pada tahun 2005 diperkirakan mencapai 20 ribu kasus. Mantan Menteri Luar negeri AS Madeline Albright dalam sebuah pidatonya di Asosiasi Asia di New York menyebut Islam sebagai agama yang tumbuh pesat lebih cepat disbanding agama lain di Amerika.

Berbagi kalangan memprediksikan bahwa pada sepuluh tahan mendatang, Eropa harus membenahi lagi identitasnya dan menerima agama islam dengan ajarannya yang mulia dan peradaban yang besar sebagai bagian budaya yang tak terpisahkan dari Eopa. Prediksi ini mengemuka sejalan dengan pertumbuhan warga Muslim di benua ini. Memang sejauh ini belum ada data yang pasti mengenai populasi jumlah warga Muslim mengigat tidak pernah ada upaya lembaga-lembaga resmi untuk mendatanya.

Beberapa waktu yang lalu, The Guardian menurunkan laporan dari Pusat Riset Piu di Eropa tentang perumbuhan populasi warga Muslim yang signifikan. Di prekdisikan bahwa dalam 20 tahun kedepan, populasi warga Muslim di Inggris akan mengalami pertumbuhan yang paling tinggi di Eropa. Pusar riset lainnya di Eropa bahkan menyebutkan angka yang jauh lebih tinggi. Para pakar stategis Barat sebelumnya sudah memperingatkan akan terbentuknya komunitas Eropa Muslim pada tahun 2050.

Faktor yang melahirkan fenomena ini adalah peningkatan imigrasi Muslim ke Eropa yang meningkat tajam di sertai dengan kelahiran anak Muslim yang tinggi, dan sisi lain menurunnya populasi warga pribumi di Negara-negara Eropa. Apalagi, kepercayaan Agama di tengah komunitas warga Eropa terhadap Agama mereka juga semakin menurun.

Pusat penelitian Piu dalam sebuah laporannya menyinggung soal penurunan populasi warga Eropa seraya menambahkan bahwa pada tahun 2048, perancis akan menjadi Negara Republic Islam karena pertumbuhan populasi muslim yang pesat yang disana. Kondisi yag sama bakal dialami Jerman pada sekitar tahun 2050. Koran inggris The Guardian dalam laporannya menyatakan bahwa bahaya yang besar justru muncul karena tidak adanya tindakan yang semestinya dieropa terhadap warga Muslim kususnya di Inggris. Guardian menambahkan, diprediksikan bahwa pertumbuhan populasi warga Muslim bakal terjadi lebih pesat di Eropa Barat dan Utara.

Kenyataan bahwa Islam adalah Agama yang sejalan dengan fitroh manusia sering diabaikan. Padahal faktor itulah yang menjadi pemicu ketertarikan banyak orang kepada agama ini. Alih-alih membuka mata dan menerima kenyataan yang ada, para penguasa rezim-rezim Eropa justru memandang perkemabangan Islam dan pertumbuhan jumlah warga Muslim di Eropa sebagai ancaman. Dengan memutar balikan fakta dan mengesankan Islam sebagai Agama kekerasan dan anti damai, para pemimpin Eropa berusaha menjauhkan warganya dari Islam.

Alhasil, seperti ditulis oleh the Guardian, diperkirakan bahwa pada tahun 2030 populasi warga Muslim di Sembilan Negara Eropa termasuk Prancis, Rusia dan Belgia akan meningkat menjadi lebih dari 10%. Hal ini menunjukan bahwa untuk sepuluh tahun mendatang, Eropa sudah harus mempersiapkan diri mengubah identitasnya dan menerima Islam sebagai bagian dari peradaban Eropa.

Islam merupakan agama yang paling cepat perkembangannya di Eropa dan di Amerika. Islam kini makin mendapat tempat dihati masyarakat Eropa dan Amerika. Sejak menyebarnya islam ke Eropa pada abad ke 7 Masehi melalui Andalusia (Spanyol) oleh pasukan Thariq bin Ziyad, panglima tentara dari Dinasti Bani Umayyah, benua putih dan biru itu seakan menjadi lahan subur penyebaran dakwah dan syiar islam.

Dalam 30 tahun terakhir, jumlah kaum Muslimin di seluruh dunia telah meningkat pesat. Sebuah angka statistik menunjukkan, pada tahun 1973 penduduk muslim dunia sekitar 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 milyar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunia beragama islam.

Data ini diungkapkan oleh Pew Research Center, sebuah kelompok pencari fakta amerika yang menyediakan informasi mengenai isu, sikap, dan tren yang membentuk amerika dan dunia melalui sebuah jajak pendapat publik. Hasil studi yang dirilis akhir tahun lalu ini juga menemukan bahwa Eropa memiliki sedikitnya 38 juta Muslim yang membentuk lima persen dari total populasi benua tersebut. Sebagian besar terkonstrasi di Eropa Tengah dan Timur.

Riset yang dilakukan oleh lembaga penelitian Kristen menunjukkan bahwa penurunan partisipasi warga Kristen dalam acara-acara ritual keagamaan di Gereja. Riset jinni menyebutkan bahwa di Inggris, hanya 6,3% warga Kristen yang setiap minggunya datang ke gereja untuk menghadiri acara keagamaan. Disebutkan pula bahwa dalam 15 tahun terakhir sekitar empat ribu gereja terpaksa di tutup dan di jual atau di alihfungsikan karena sepi pengunjung.

Para pemerintah mengatakan  bahwa loyalitas warga Muslim di Eropa dan ketaatannya dalam menjalankan ritual keagamaan jauh lebih besar dibanding awarga Kristen. Mereka rajin pergi ke Masjid dan getol memperdalam pengetahuan akan Agama mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, generasi muda Muslim di Eropa justru tampak lebih taat dalam beragama ketimbang orang tua mereka. Fenomena ini ditanggapi dengan sinis oleh sejumlah kalangan sehingga memunculkan isu yang menyebutkan tentang Eropa Islam. Isu inilah yang disinggung oleh Bernard Louis, salah seorang pakar budaya Barat dalam suratnya kepada pompinan umat Katolik dunia Paus Benediktus XVI. Dalam surat yang dikirim tahun lalu itu, Louis memperingatkan Paus akan kemungkinan jatuhnya Eropa ketangan umat islam di masa mendatang.

Comments

comments

Related For Meraih Kembali Islam di Eropa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *