Geliat Ekonomi dan Wisata Baru di Pulau Seribu Satu Langgar Madura

Saturday, August 10th 2013. | Kabar

Foto Suramadu By : Umar Faruq (Pangeran Senja)Jembatan Suramadu

Geliat Ekonomi dan Wisata baru di Pulau Seribu satu Langgar Madura


Jembatan Nasional Suramadu

Adalah jembatan yang membelah Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan terpanjang di Asia Tenggara ialah Bang Na Expressway di Thailand (54 km). Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura.

Gagasan Suramadu

Gagasan Suramadu berawal pada 1960-an saat guru besar dari ITB (Intitute Teknologi Bandung) Prof Dr Setyadmo (alm) mengusulkan terobosan berani di zaman itu, yaitu menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera. Ide gila itu mendapat respon berbagai pihak, dan pada 1965 dibuat desain oleh ITB jembatan melintasi Selat Madura tersebut.

Gagasan dan konsep pengembangan jembatan antarpulau tersebut, tahun 1986 dikemukakan kepada penguasa orde baru saat itu, Soeharto. Namun, meluas tidak hanya menyatukan Pulau Jawa dan Sumatra saja, tapi juga Pulau Jawa-Madura dan Jawa-Bali, dikenal dengan nama Tri Nusa Bima Sakti. Menristek, Kepala BPPT saat itu, B.J. Habibie, mendapat tugas untuk mengkaji pembangunan tiga jembatan spekatakuler menyatukan Pulau Sumatera dan Jawa, berikutnya Pulau Jawa dan Madura serta Pulau Jawa dan Bali.

Dari tiga jembatan melintasi selat yang menyatukan pulau satu dengan lainnya itu, secara teknologi dan finansial, tahap awal lebih memungkinkan menyatukan Pulau Jawa dengan Madura. Jembatan sepanjang lebih dari lima kilometer di Selat Madura itu dibangun dengan kontruksi konvensional berupa tiang pancang beton dengan bentang tengah berupa konstruksi gantung seperti halnya golden gate di San Fransisco, AS.

Akhir tahun 1980-an, ide pembangunan jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) terus bergulir. Keinginan merealisasikan jembatan Suramadu makin mengebu, pada awal tahun 1990-an dimana Gubernur Jatim saat itu dijabat Soelarso, B.J. Habibie kembali menggulir rencana pembangunan jembatan melintasi Selat Madura. Ini seiring dengan dikukuhkannya pembangunan jembatan Suramadu sebagai jembatan nasional melalui Keputusan Presiden, Nomor 55 Tahun 1990.

Di Era Gubernur Soelarso, mulai melakukan pembebasan lahan di sisi Surabaya maupun Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura. Perjalanan jembatan Suramadu tertatih-tatih, dimana saat gubernur Jatim dijabat Basofi Soedirman, pada akhir masa jabatannya dan Habibie menjabat presiden di awal orde reformasi, wujud fisik jembatan belum juga tampak.

Baru saat Presiden digenggam Megawati Soekarnoputri-lah pada 20 Agustus tahun 2003, wujud fisik pembangunan jembatan Suramadu mulai tampak. Selebihnya pemerintahan SBY tinggal melanjutkan dan merampungkan mega proyek fenomenal tersebut.

Geliat Ekonomi Madura

Beberapa tahun sudah Suramadu menghubungkan Madura dan Surabaya, selama beberapa tahun pula perkembangan di Madura mulai menggeliat. Contoh mudahnya adalah tumbuh suburnya beberapa pedagang yang mendirikan kios-kios sepanjang jalan tol Suramadu.

Tidak hanya itu, di sepanjang jalan menuju kota Bangkalan dari pintu keluar Suramadu ke arah barat, toko-toko besar mulai menjamur. Menariknya, beberapa stand yang berdiri dari yang kecil sampai yang bersekala besar itu ada dari berbagai usaha. Dari kuliner (seperti yang terkenal Warung Bebek Sinjay dan Terak Bulan), butik-butik Batik Khas Madura, stand jajanan khas Madura, dan lain sebagainya. Bisa dibilang sebuah ajang wisata baru bagi wisatawan asing atau lokal untuk bisa menikmati budaya dan masakan Madura. Tentunya, ini pencapaian perkembangan ekonomi di Madura.

 Foto Suramadu By : Umar Faruq (Pangeran Senja)

Foto Suramadu By : Umar Faruq (Pangeran Senja)

Liputan Khusus Redaktur Majalah Langitan :

Muh. Umar Faruq HS 

 

Comments

comments

tags: , , , ,

Related For Geliat Ekonomi dan Wisata Baru di Pulau Seribu Satu Langgar Madura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *