Canda Santri – Diskon 60%

Saturday, January 6th 2018. | Refleksi

 

Suatu hari Gus Dur bersama Kiai Asrowi diundang ke kediaman Mantan Presiden Soeharto untuk berbuka bersama. Setelah berbuka, shalat Maghrib, minum teh, dan makan bersama, terjadi obrolan yang menarik di antara mereka.

“Gus Dur sampai malam di sini?” kata Pak Soeharto.

“Enggak Pak! Saya harus segera pergi ke ‘tempat lain’.”

“Oh iya ya ya… silaken. Tapi kiainya kan ditinggal di sini ya?”

“Oh, iya Pak! Tapi harus ada penjelasan.”

“Penjelasan apa?”

“Salat Tarawihnya nanti itu ‘ngikutin’ NU lama atau NU baru?”

Pak Soeharto bingung, baru kali ini dia mendengar ada NU lama dan NU baru. Beliau pun bertanya. “Lho NU lama dan NU baru apa bedanya?”

“Kalau NU lama, Tarawih dan Witirnya 23 rakaat.”

“Oh iya iya ya ya… ga apa-apa….” Gus Dur sementara diam.

“Lha kalau NU baru?”

“Diskon 60% !” Gus Dur, Soeharto, dan orang-orang yang mendengar dialog tersebut pun tertawa.

“Ya, jadi salat Tarawih dan Witirnya cuma tinggal 11 rakaat.”

Related For Canda Santri – Diskon 60%