Keistimewaan Tayammum

Monday, January 1st 2018. | Fiqih

Shalat merupakan ibadah sekaligus sarana bermunajat kepada Allah swt. Saat itulah Allah  menampakkan diri di hadapan orang yang melaksanakan shalat. Kerenanya, syariat mensyaratkan thaharah (bersuci) sebelum bersimpuh kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ibarat menghadap seorang presiden, maka tidak selayaknya seseorang yang menghadap Tuhannya belepotan dengan kotoran atau berpakaian compang-camping.

Dalam syariat yang dibawa oleh Rasulullah Saw. terdapat tiga cara bersuci: mandi bagi orang yang berhadats besar atau junub, berwudlu bagi siapa saja yang menyandang hadats kecil, dan tayammum bagi mereka yang tak bisa melakukan dua cara bersuci di atas. Cara ketiga inilah yang merupakan maziya (keutamaan) yang diberikan Allah kepada umat Muhammad. Saw. Disebutkan dalam Shahih Muslim:

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم- فُضِّلْنَا عَلَى النَّاسِ بِثَلاَثٍ جُعِلَتْ صُفُوفُنَا كَصُفُوفِ الْمَلاَئِكَةِ وَجُعِلَتْ لَنَا الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدًا وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ

Artinya: Dari Hudzaifah ra. Rasulullah Saw. bersabda, “Kita diberi keutamaan atas manusia dengan tiga perkara; dijadikannya shaff kita seperti shaffnya para malaikat, dijadikannya bumi semuanya sebagai masjid dan dijadikannya tanah untuk kita sebagai alat bersuci apabila tidak mendapatkan air”. (H.R. Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah telah dianugerahi enam keistimewaan. Beliau Saw. bersabda: Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Aku telah diberi keutamaan atas para nabi dengan enam perkara ; aku telah diberikan jawami’ul kalim(ucapan yang bermakna luas), aku dibantu dengan ketakutan musuh, dihalalkan untukku harta rampasan perang, dijadikannya bumi untukku sebagai alat bersuci dan masjid, aku telah diutus kepada seluruh makhluk dan para nabi telah ditutup denganku”. (H.R. Muslim)

Tayammum merupakan alternatif terakhir ketika seseorang tidak menemukan air untuk bersuci atau sedang menderita sakit yang bila menggunakan air maka penyakitnya akan membahayakan dirinya.

Allah Swt. Berfirman: “Dan jika kalian sakit atau dalam perjalanan atau seseorang di antara kalian baru datang dari tempat buang air (jamban) atau mencampuri istri, lalu kalian tidak mendapatkan air maka bertayammumlah dengan debu yang baik dan usaplah wajah dan kedua tangan kalian darinya.: (Q.S. Al-Maidah: 6)

Disyariatkannya tayammum menjadi salah satu ajaran yang datang dari Nabi bahwa Islam menghendaki kemudahan bagi umatnya. Islam senantiasa memberi banyak jalan dan alternatif bagi pemeluknya untuk menggapai kebaikan. Berbeda dengan umat terdahulu, mereka yang tidak menemukan air harus menunggu atau mencarinya. Ketika terlewat waktu shalat, mereka harus mengqadlai shalat yang mereka tinggalkan. Tentu shalat yang dikerjakan dengan ada’ (tepat pada waktunya) berbeda dengan shalat yang dilaksanakan dengan qadla. Sebagaimana seorang wanita yang mengalami haid pada bulan Ramadlan. Dia dilarang berpuasa, namun tetap wajib mengqadlai puasanya. Dia mendapatkan pahala puasa wajib, akan tetapi tidak bisa memperoleh afdloliyah bulan Ramadlan.

Related For Keistimewaan Tayammum