Tipikal Manusia

Saturday, September 23rd 2017. | Qur'an

Al Qur’an adalah kitab yang komplit yang berisikan berbagai macam sumber ilmu. Di sana termuat berita masa lalu yang sekaligus “memprediksi” masa depan. Selain pemaparan mengenai proses penciptaan manusia, kitab suci juga memberikan gambaran tipikal dan perilaku manusia. Di dalamnya disebutkan bahwa manusia terbagi menjadi tiga golongan.

  1. Golongan kanan (Al Ash-hab Al Maimanah)

Golongan ini adalah golongan orang-orang yang beriman yang dalam dirinya masih bercampur dengan perilaku maksiat. Sebagaimana firman Allah Swt. “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (Q.S. Fatir: 32)

Orang mukmin masuk pada golongan pertama bila mereka lebih dekat dengan orang-orang yang mencintai dunia daripada orang-orang yang mencintai akhirat. Kedekatan terhadap mereka bisa menjadikan perilaku dan gaya hidup orang mukmin terkontaminasi, sehingga menjadikan dunia adalah keprihatinan yang paling besar. “Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka orang-orang yang menyembah Tuhannya di pagi dan sore (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini.” (Q.S. Al Kahfi: 32)

Orang mukmin juga bisa masuk pada golongan kedua apabila menuruti hawa nafsu sehingga terkadang terjatuh dalam lembah kemaksiatan. Faktor utama ketidakmampuan mengekang nafsu adalah akibat dari menyia-nyiakan shalat. “Maka datanglah sesudah mereka pengganti yang buruk yang menyia-nyiakan shalat dan menuruti hawa nafsu, maka kelak mereka akan dalam kesesatan.” (Q.S. Maryam: 59)

Aktivitas manusia yang hanya sibuk mencari harta membuat hisab mereka agak lama sebagaimana orang yang terus mengumbar hawa nafsu. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Allah SWT berfirman, ‘kemudian kami wariskan …. ‘ Adapun orang-orang dahulu merekalah yang masuk surga tanpa hisab. Adapun orang tengah-tengah (muqtashid) maka hisabnya hanya sebentar. Adapun orang yang dzalim pada diri mereka maka ditahan dalam lamanya mahsyar (mereka ditimpa kesedihan) lalu mendapat rahmat.” (H.R. Ahmad).

  1. Golongan kiri (Al Ash-hab al Masy’amah)

Mereka adalah orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir serta menjadikan dunia sebagai tujuan hidup. Allah Swt. berfirman, “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi padahal akhirat lebih baik dan kekal. (Q.S. Al A’la: 16-17)

Sebab mereka lebih mengedepankan dunia, maka mereka dicap sebagai orang-orang yang melampaui batas yang mendapat ancaman neraka.

  1. Kelompok as-sabiqun (orang-orang yang berlomba dalam kebaikan sehingga lebih dahulu masuk surga)

Ada beberapa pendapat tentang mereka, di antaranya: a) para nabi, b) orang-orang yang shalat menghadap kiblat, c) orang-orang yang segera taubat dan beramal shaleh. Sebuah hadits menyinggung kelompok ini, “Tahukan kalian siapakah orang-orang dahulu menuju naungan pada hari kiamat?” Para sahabat menjawab, “Allah dan rasul-Nya yang lebih mengerti.” Beliau Saw. bersabda, “Yaitu orang-orang yang ketika diberi perkara hak maka mereka menerima. Bila dimintai hak mereka mendermakan dan mereka menghukumi diri sendiri seperti mereka menghukumi orang lain.” (H.R Ahmad).

Golongan ini selalu berupaya secara maksimal melakukan kewajiban. Mereka paling awal saat berangkat menuju masjid dan medan perang membela agama Allah. Perbuatan demikian tentu tidak mudah, teramat berat dan sulit sehingga sangat layak apabila kemudian kelompok as-sabiqun  dinobatkan sebagai kelompok yang didekatkan kepada Allah (Al Muqorrabun) yang memperoleh fasilitas surga yang begitu mewah.

Ini berbeda dengan golongan kanan yang meski selamat dari jerat kekafiran tetapi masih terjebak dalam kubangan cinta dunia dan hawa nafsu dan sangat jauh berbeda dengan golongan kiri yang terperangkap dalam jala kekafiran. Mereka beraktivitas demi dunia dan lupa bahwa masih ada kehidupan setelah ini. Dengan kriteria tersebut, rasanya sangat logis jika assabiqun adalah kelompok minoritas dari orang terakhir dan mayoritas adalah orang-orang terdahulu. Jadi, bisa disimpulkan bahwa kelompok as-sabiqun adalah mayoritas dari umat terdahulu sementara ashabul maimanah dan ashabul masy’amah adalah terdiri dari umat terdahulu dan umat sekarang. Meski demikian, secara umum separo penduduk surga adalah umat Rasulullah Saw. “Sungguh aku berharap kalian adalah seperempat penduduk surga, sepertiganya, dan bahkan separuhnya … “ (H.R. Ahmad).

tags: , , ,

Related For Tipikal Manusia