Beda Maulud dan Haul

Saturday, October 10th 2015. | Uncategorized

Rubrik Masail diasuh oleh KH. Qohwanul adib Munawwar

Memuat segala pertanyaan seputar masail diniyah (permasalahan keagamaan)

yang bisa dikirim lewat surat, e-mail, ataupun SMS ke 081 234 01 5001

images

Beda Maulud dan Haul

Assalamu’alaikum. Kyai Adib yang saya hormati, saya penggemar majalah dari Lamongan, dalam setiap tahun selalu ada perayaan yang sifatnya islami. Yang ingin saya tanyakan kenapa dalam acara haul ulama’ sebagai hari peringatan adalah hari wafatnya. sedangkan Rasul yang diperingati adalah hari kelahirannya. Apakah ada dalilnya, tolong penjelasannya. 082332696750

Jawaban

Wa’alaikum Salam Wr.Wb. saudaraku seiman dari Lamongan. Dewasa ini perayaan haul memang mulai semarak di sekitar kita. Dalam satu tahun, hampir setiap desa melaksanakan parayaan dua kali. Pada bulan Robi’ul Awwal yakni Mauludan, dan dalam kesempatan lain merayakan haul kyai desa mereka. Ini merupakan hal yang baik, selama selaku panitia mampu mengorganisir agar dalam prosesinya tidak  kecampuran perkara-perkara munkaraat.

Dua resepsi di atas pada dasarnya mempunyai nilai yang sama. Yaitu perayaan dalam rangka memperingati orang yang dekat dengan Allah SWT. Namun realitanya terdapat perbedaan, untuk Maulud Nabi yang di jadikan hari pakem adalah kelahiran beliau. Sedangkan acara Haul orang alim adalah hari wafatnya. Hal itu di karenakan tujuan dari dua perayaan itu sudah berbeda.

Tujuan dari perayaan maulid adalah sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang begitu agung yaitu di utusnya nabi. Perayaan maulud juga sebagai rasa cinta kita kepada beliau. Allah berfirman dalam al-Qur’an surat yunus ayat 58, Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah kalian bergembira,  para ulama’ menafsiri bahwa rahmat dalam ayat tersebut adalah di utusnya nabi. Karena rahmat agung di turunkan bersamaan dengan kelahiran nabi. Makan bersyukur atas nikmat yang agung bertepatan dengan kelahiran Nabi. Bahkan meninggalnya beliau merupakan bencana yang besar bagi orang islam. Dan jika hari wafat beliau di peringati, maka hal itu akan menambah rasa sedih orang-orang alim yang mencintai beliau.

Sedangkan untuk perayaan Haul, tujuannya adalah berdo’a, bershodakoh, membaca manakib dan bertawassul pada mereka. Di adakannya merupakan simbolis bahwa orang yang di peringati adalah orang yang wafat dengan khusnul khotimah. Di riwayatkan dari ibnu umar, Nabi pernah bersabda,       اذكروا محاسن موتاكم وكفوا عن مساويهم “Tuturlah kebaikan orang yang telah meninggal dan diamlah atas kejelekannya”. Dan dengan menutur-nutur kebaikan mereka, Allah akan menurunkan rahmat dan barakah pada kita.

Refrensi: nihayatu zain[1]:281. I’anat tholibin[3]:264.al-Adzkar:165-166. Al-hawi lil fatawi[1]:192.

tags: ,

Related For Beda Maulud dan Haul