Madrasah Di Atas Tanah Masjid

Thursday, November 13th 2014. | Agama

Rubrik Masail diasuh oleh KH. Qohwanul adib Munawwar

Memuat segala pertanyaan seputar masail diniyah (permasalahan keagamaan)

yang bisa dikirim lewat surat, e-mail, ataupun SMS ke 081 234 01 5001

Hukum Madrasah Di Atas Tanah Masjid


Assalamu’alaikum,

KH. Qohwanul Adib yang kami ta’dzimi. Sering saya mendapati gedung madrasah yang dibangun berdampingan dengan masjid. Kepengurusan madrasah dan masjid juga dibuat terpisah. Setelah madrasahnya maju dan mempunyai profit banyak maka biasanya akan timbul polemik dengan kepengurusan masjid. Pihak masjid merasa dirugiakan karena tenaga dan peserta didik madrasah biasanya juga menggunakan fasilitas masjid seperti WC, kamar mandi, dll namun tidak pernah memberi kontribusi baik finansial atau yang lain. Belum lagi pihak madrasah seakan tidak peduli dengan kebersihan dan kelestarian fasilitas masjid.

Yang saya tanyakan, bagaimana hukum membangun gedung madrasah di atas tanah wakaf untuk masjid atau milik masjid dalam pandangan fiqih? Lantas bagaimana solusi atau bentuk perjanjian yang harus ditempuh kedua pihak agar tidak terjadi polemik setelah pendirian bangunan madrasah? Atas jawabannya kami haturkan terima kasih. Wassalamu’alaikum.

(Hamba Allah, Subang, 081331648XXX)

images

Jawaban

Wa’alaikum salam wa rahmatullah, Saudaraku yang semoga dirahmati Allah Swt. memang sudah jamak terjadi jika pembangunan madrasah bersanding dengan masjid. Ketika tanah milik masjid masih luas, sementara kegiatan belajar membutuhkan lahan guna pendirian gedung madrasah. Maka pengurus memutuskan untuk membangun madrasah di lahan tersebut. Jika tujuan pengurus membangun madrasah yang bersanding dengan masjid adalah dalam rangka syiar agama tentu hal itu akan bernilai ibadah.

Nah, jika yang ditanyakan adalah bagaimana hukum mendirikan bangunan madrasah di atas lahan milik masjid maka jawabannya adalah tidak diperbolehkan, menurut pandangan mayoritas ulama. Namun sebagian ulama Hanabilah (madzhab Hanafi) dan sebagian ulama Syafi’iyyah memperbolehkan hal tersebut.

Dengan demikian, maka sebaiknya madrasah dibangun di luar lahan masjid. Karena tanah yang diwaqafkan untuk masjid maka tidak bisa dipakai untuk selain kemaslahatan masjid itu sendiri. Jika tidak ada lahan lagi kecuali di lahan masjid yang ada, maka kedua pihak (pengurus masjid dan madrasah) perlu untuk duduk bersama. Harus ada perjanjian atau kesepakatan bersama yang intinya adalah membawa kemashlahatan bagi masjid, seperti:

  • Jika lembaga madrasah di luar naungan masjid maka pihak madrasah harus memberi uang sewa bagi masjid sebagai ganti dari penggunaan fasilitas yang ada.
  • Membuat aturan-aturan bagi siswa dan pengurus madrasah untuk menjaga hak-hak masjid serta ikut menghidupkan kegiatan-kegiatan masjid (عمارة).

Referensi: Al-Inshaf [7]: 45, Al-Fatawa al-Kubro li Ibni Taimiyah [5]: 429, Majmu’ Fatawa Wa Rasa-il: 147, Bughyah al-Mustarsyidin: 65, Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah [36]: 102, As-Siraj al-Munir ‘Ala Jami’ Ash-Shaghir [3]: 406, Mathalib Uli an-Nuha [4]: 376, Tuhfah al-Muhtaj [8]: 39 – 40, Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra [3]: 209.

 

tags: , ,

Related For Madrasah Di Atas Tanah Masjid